CLBK

Ini obrolan obrolan teman lama yang keluar di beberapa grup sosmed semalem. Berbagai pengakuan-pengakuan yang selama ini terpendam menguar begitu saja dalam balutan guyonan-guyonan santai menyegarkan. Ya,..terpendam hampir mendekati sepertiga abad. Hehe,…kadang memang perlu Cerita-cerita Lama Belum Kelar (CLBK) ini dijadikan suatu selingan hidup kita yang secara tak sadar telah menciptakan dunia sendiri yang terkadang menyeret dalam rutinitas kebosanan hidup.

Cerita-cerita itu tak luput dari cerita cerita cinta yang bikin penasaran, bikin geli, bikin senyum kita mengembang bebas. Kenapa begitu? Karena usia hampir tengah abad ini pun tak pernah surut dengan permasalahan cinta.
Kadang pengen ngerti aja, seberapa jauh kekuatan cinta itu.
Kadang bingung aja, dengan yang namanya cinta.
Kadang penasaran aja, bagaimana cinta itu bisa teraba.

Cerita Lawas Bangkitkan Kenangan (CLBK)
Yang satu bicara bahwa cintanya pada seorang cowok sebangku kuliah, bukan cinta PERTAMAnya tapi cinta HARAPANnya. Dan terbukti dengan cinta yang dia pegang rapi itu, membawanya ke berbagai realita, tanda harapan itu berubah wujud menjadi kenyataan. Dan cinta HARAPANnya ini terespon dengan senyum bijak sang suami pendamping hidupnya sampai sekarang.

Cinta Lima belas tahunan Bekukan Kenangan (CLBK)
Yang satu lagi cerita bicara bahwa cintanya masih utuh belum terurai sama sekali. Dan dia berniat tuk biarkan terpendam sampai akhir hayatnya. Dirinya tersadar akhir-akhir ini setelah melewati perkawinan jelang seperempat abad, bahwa cintanya hanya pada seorang itu. Dan tumbuh subur sejak usia lima belas tahunan dan tak pernah mati. Dia biarkan membeku tanpa berniat mencairkannya, karena dia sangat hormat pada orang-orang sekelilingnya, terutama dengan sang suami pendamping hidupnya yang selalu menjadi pelindungnya.

Cinta Lama Belum Kelar (CLBK)
Yang satunya lagi juga cerita. Ada juga seorang cowok menaksir adik kelas jaman kuliah. Bagaimana bisa tersambungkan walaupun puluhan tahun tak tersambung? Eeehh.. ternyata sosmed pegang peranan, Dengan begitu sampai sekarang masih juga pesan itu mengalir terkirim, walaupun sekedar  berbunyi, “Apa Kabar?” dan si cewek dengan santainya hanya menjawab sesuai dengan kebutuhan, “Baik baik saja”, tanpa mencoba menanyakan kembali kabar lawannya.

Bagaimana cerita-cerita dirimu terawali dan terakhiri? Semua bermula diri sendiri yang pegang peranan, dan mau tidak mau harus disadari, semuanya akan berefek pada orang sekeliling dimana diri ini hidup. Sampai kapan cerita cintamu terpendam dan terurai adalah diri sendiri yang merasakan. Dan bagaimana cerita cintamu menjadi inspirasi bagi semua orang, hal itu adalah suatu kebijakan dari diri sendiri juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s