Kewajiban senyum dan Keharusan Senyum Bagi Orang Jepang dan Orang Indonesia

Sekilas dua kata ini, kata ‘wajib’ dan ‘ harus’, bisa dikatakan sama arti, tetapi bisa juga dikatakan beda pada nuansa bahasanya, dikarenakan konteks yang beda. 

Coba buka KBBI. Kosa kata ‘wajib’, artinya: mempunyai kewajiban; bertanggung jawab; mempunyai tanggung jawab. Kosa kata ‘harus’, miliki arti sesuatu yang harus dilakukan atau yang mesti terjadi.

Kalau kedua kata tersebut digabung dengan kata ‘senyum’ ditambah lagi berdasarkan konteks cara pikir orang Jepang dan cara pikir orang Indonesia, apa ‘rasa bahasa’nya berubah ya…. Okeey, pembaca,…kali ini saya coba sedikit menguraikannya.

Dalam nuansa sosial masyarakat Jepang, ‘senyum’ itu sebuah keharusan, saat orang sedang bekerja baik dalam bidang pelayanan publik atau pun dalam bidang pelayanan yang ada hubungannya dengan hiburan. Mengapa begitu? Ada aturan yang yang bersangkutan dengan kata pelayanan, yang mengandung arti ramah dan senyum.

Karena berdasarkan aturan, jadi jika tidak ada dalam lingkar peraturan itu, hilanglah senyum itu. Dalam peraturan itu tertulis, jika sedang bekerja harus melayani dengan dengan baik dan harus senyum dengan baik. Oleh karenanya harga sebuah pelayanan di Jepang ini mahalnya setengah mati. Harga yang kita bayarkan waktu makan, itu sudah termasuk harga senyum itu. Dan pajak yang kita bayarkan itu termasuk senyum yang kita dapatkan, saat mengurus segala sesuatu untuk urusan hidup jangka panjang hidup di Jepang ini. jadi, wajar banget, kalau kita kita dapatkan layanan yang ramah dan penuh senyum.

Apakah semua orang Jepang, melakukan pelayanan dengan keramahan disertai senyum? Tidak juga. Wongnamanya aja manusia, ada juga yang tidak seperti itu. Hal itu tidak akan dialami atau ditemui orang-orang yang berkunjung hanya sementara saja di negara ini. Kenapa begitu? Karena orang yang datang sebagai wisatawan atau pun tinggal jangka pendek, belum tentu punya kesempatan untuk perhatikan hal tersebut. Dan yang lebih penting lagi, mereka tidak merasakan membayar pajak yang cukup mencekik apalagi bagi pelajar asing.

Jadi bisa dibayangkan, jika orang-orang Jepang itu tidak memahami aturan dalam kerja ini. Pasti kayak robot aja. Mengucapkan salam dengan sekenanya. Tersenyum dengan terpaksa dlsb. Tetapi, ga pa pa, ternyata mereka juga masih sewajarnya manusia,….legaaa.

Sedangkan dalam nuansa sosial masyarakat Indonesia yang dikenal dengan ramah tamah dan senyum manisnya, ‘senyum’ itu sebuah kewajiban. Adanya suatu kesadaran bahwa ramah tamah dan senyum itu ada hubungannya dengan suatu keikhlasan dan ketulusan. Dalam segala situasi, jika berhadapan (berinteraksi) dengan seseorang untuk menjaga hubungan kemanusiaan, ada kewajiban untuk ramah, didasari dengan ikhas 

Jadi alangkah indahnya orang-orang Indonesia, yang sejak dulunya dikenal sebagai bangsa yang ramah dan murah senyum ini bekerja dengan penuh senyum. Tidaklah diperlukan suatu peraturan yang tertulis. Karena dasarnya kita memiliki senyum yang tulus itu. Karena, menunjukkan keramahan dan senyum saat bekerja adalah suatu kewajiban sebagai manusia. 

Memang akan lebih baik lagi, jika pelayanan itu diimbangi dengan upah yang cukup. Dengan begitu bisa konsen bekerja yang ditandai dengan pelayanan yang baik dan senyum yang renyah. Dan alangkah indahnya Indonesiaku, pastilah akan menjadi lebih harum, jika segala pelayanan disertai dengan senyum yang mengembang.

Dengan begitu bisa dipastikan, karena pelayanan yang baik menjadi cikal bakal Negara yang besar. Dan Negara kita akan menjadi lebih baik dibandingkan dengan Negara mana pun juga, karena kita miliki senyum yang hangat, senyum yang manis, dan penuh persahabatan.

 

 

5 thoughts on “Kewajiban senyum dan Keharusan Senyum Bagi Orang Jepang dan Orang Indonesia

  1. Anis Zaiti Mubarokah says:

    Asalamualaikum mbk. Salam kenal dr saudarimu di indonesia. Jujur, sy sgt terharu membaca tulisan2 mbk. Begitu menginspirasi dn mbwt sya smakin ingn sgra kesana. Jk mbk tdk kberatan, izinkn saudarimu ini belajar dr pengalaman mbk. Sya merasa senang jkalau mbk membls comment saya dan brknalan lbh dalm dg mbk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s