Kita Adalah Kepompong Itu

ika dalam keadaan tiada patut didekati
Dalam balutan merongga yang membosankan
Masih ada juga orang yang lempar sapaan
Masih ada juga yang mau hampiri

Saat itulah inner kita terpancar
Hingga mampu menarik perhatian

Sejatinya manusia akan merasa nyaman
Saat terengkuh dalam rongga kepompong
Memori serasa berputar saat masih dalam rahim ibu

Tapi, suatu realita
Kepompong terus dituntut persiapkan diri
Bila saat tiba keluar dari pertapaannya
Untuk dipandang indah
Untuk dinikmati kecantikannya
Untuk media transendensi
Oleh orang-orang sekelilingnya

Saat itu kualitas sebagai manusia diuji
Bukan pada
Kemampuan yang dimilikinya
Atau
Kegagalan yang dialaminya
Toh,.. manusia memiliki catatan hidup

Kualitas sebagai manusia teruji
Pada kemampuan mengolah perasaan
Untuk menanggapi semua pandangan
Dari luar terhadap diri

Inti dari yang terinti
Kembali pada pengelolaan diri

Akaike, hari-hari jelang Taifu Hachi-gou
20140709, 06:10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s