Perlu dan Telur Bikin Kacau Orang Jepang

Gambar

Memakai buku cerita dongeng sebagai bahan ajar (dok.pri)

 

“Telur” dan “Perlu”. Dua kata ini memang menjadi pengapesan bagi orang Jepang yang sedang belajar Bahasa Indonesia. Misal, kalau  diadakan tes dikte kosa kata, jelas akan banyak variasi jawabannya. Ada yang tulisPELRU, PERRU, PELLU untuk kata “Perlu”. Dan TERUR, TERUL, TELUL untuk kata “Telur”.

Nah loo, kadang kepikir juga sih, yang susah itu Bahasa Indonesianya atau Lidah Orang Jepangnya…hihihi. Tapi mereka akan berusaha untuk bisa mengucapkannya, dan saya salut banget dengan semangatnya untuk bisa mengucapkan kedua kata ini.

Karena Bahasa Jepang tidak memiliki konsonan [L], dan karena juga, walaupun memiliki konsonan [R], tetapi karena lidahnya tidak bisa muter kayak lidah kita pas ngucapkan kata-kata yang ada unsur konsonan [R]. Jadilah bunyi [R] ini, pengucapannya di antara [L] dan [R].

Jadi akan kacau banget jika mereka suruh ucapkan,
“Saya perlu beli telur di warung bu Rita untuk saya berikan pada mbak Lita”.
Seperti juga kalimat ini,
“Saya sudah lupa tali-menali” atau “Saya lupa dengan rupa sang penari”.

Kasus yang lain, misalnya, kata “rambut” dan “rumput” juga sering bikin salah paham. Bagaimana tidak, ketika pak Yamada yang sekarang ini sedang tinggal di Indonesia, mau bikin rapi poni istrinya, menyuruh pembantunya untuk ambil gunting rambut, eehh, yang datang malah gunting rumput,…hahaha,..rupanya pak Yamada salah sebut, bukan salah yang disuruh. Ini seperti kasus yang menimpa “kepala” dan “kalapa”…(^_^)

Mengenai huruf yang dipakai dalam Bahasa Jepang, ada 3 kata yang kalau ditulis pakai huruf katakana, hurufnya sama persis. Yaitu:
1. PERANG プラン (dibaca: puran), hal ini dikarenakan pengucapan [e] ini, lebih mirip ke [u] ketika diucapkan dengan lidah native Jepang.
2. PULANG プラン (dibaca: puran), hal ini dikarenakan [n] sebagai konsonan satu-satunya dalam huruf Bahasa Jepang ini dilafakan [ng]
3. PLAN プラン (dibaca: puran), hal ini dikarenakan konsonan [p] tidak bisa berdiri sendiri, jadi harus ditambahi [u] dengan maksud supaya terdengar mirip dengan bahasa aslinya.
4. PELAN プラン (dibaca: puran), hal ini dikarenakan pengucapan [e] ini, lebih mirip ke [u] , dan [L] [R] yang ketukar-tukar.

Bingung khan kalau seumpamanya mereka suruh ucapkan kalimat “Saya punya plan (puran) setelahpulang (puran) perang (puran) nanti”. 
Atau kalimat “Jalan kali pelan-pelan pulang ke rumah”
Bisa jadi mereka mengucapkan hanya satu kata “puran“, untuk membahasakan plan, perang dan pulang.

Satu lagi sekelompok kata ini juga sering kebolak-balik. Kata KUCING, KUNCI, KENCING, dan KANCING. Coba mereka suruh merangkai kalimat,
“Saya kebelet kencing, karena gak bisa buka kancing celana, khawatir kencing di celana. Dan ternyata WCnya tidak ada kuncinya, tapi ada kucing lagi kencing”.

Dan satu lagi, kata LAKI-LAKI dan KIRA-KIRA ini sering banget juga ketukar.
Pernah ada yang ucapkan “anak saya kira-kira dua orang”
”lhoo anak kok dikira-kira, ama anak sendiri kok ga apal” Begitu pikirku.
Eehh, ternyata anaknya laki-laki 2 orang.

Hehehe,..apa pun pengucapannya, yang jelas mereka sudah berusaha untuk mempelajari Bahasa Indonesia yang kita banggakan. Dan rasanya semakin bersemangat mengajar mereka, anak-anak generasi muda Jepang ini. Semoga dimasa mendatang bisa saling memberikan efek positif antara Indonesia dan Jepang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s