Pulau Sugashima Kampung Nelayan di Jepang Tengah

1399183097442558871

Ferry yang menghubungkan pusat kota Toba dan pulau Sugashima, taripnya 490Yen 

 

Suatu hari di musim panas 3 tahun lalu, saya mengikuti kuliah Pendidikan Sosial Masyarakat Jepang. Mengikuti perkuliahan semacam ini tidak pernah saya lewatkan. Mendapatkan info dari sumbernya adalah sangat menyenangkan. Ada suatu keakuratan sebuah info ketika saya masuk kedalamnya. Sempat dibuatnya tercengang, dan tersadar bahwa saya masih ada menginjakkan kaki di tanah Jepang.

Selama ini imej Jepang yang hingar bingar sebagai negara maju, tertepis dengan gambaran kampung nelayan ini. Sangat bisa dinikmati bagi ingin mengetahui, bagaimana Jepang yang sebenarnya. Karena nyaris tidak tersentuh oleh dunia luar, meski hanya dipisahkan dengan jarak waktu perjalanan ferry 20 menit.

Tempat ini bernama Sugashima. Sugashima hanyalah sebuah pulau kecil, luasnya 4,5 km2, termasuk dalam bagian kota Toba, Prefecture Mie. Saya merasa yakin, orang Jepang yang bukan berasal dari Prefektur Mie pun awam dengan daerah ini. Paling-paling mereka hanya mengunjungi kota Toba yang terkenal penghasil mutiara Mikimoto dan mengunjungi Kuil Shinto Ise, yang tersohor sebagai salah satu tempat lahirnya Tuhan versi kepercayaan Shinto.

Pulau Sugashima ini terkenal sebagai tempat penghasil Ise ebi, udang lobster dan rumput laut. Begitu turun dari ferry di dermaga, dari sini cerita bermula. Kita bisa menyusuri pulau Sugishima, hanya sekitar 2 jam dengan berjalan kaki. Hanya kira-kira 30% saja dari wilayah daerah pulau Sugashima yang didirikan rumah. Selebihnya, dimanfaatkan sebagai tempat untuk mengolah hasil laut, ikan dan rumput laut. Dan di bagian perbukitan dimanfaatkan sebagai ladang.

Sebagai kota nelayan yang hanya berpenduduk 1145 jiwa (224 KK), ada sekitar 650 jiwa berusia lanjut. Sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan. Yang bukan sebagai pelayan, sebagai pekerja kantoran di pusat kota Toba. Sayang saya tidak mendapatkan info berapa jumlah anak-anak. Jadi, selama kurang lebih setengah hari di pulau Sugashima ini, hanya orang-orang tua saja yang saya temui.

Tidak ada satu pun sarana transportasi, jalan-jalannya sempit semacam gang. Rumah-rumahnya kuno, ada satu dua yang bangunannya modern, seperti foto berikut

 

1399205579573084896

Salah satu rumah modern di antara rumah-rumah kuno

 

Sepeda motor dan sepeda adalah sarana utama untuk bergerak. Bentuk sepeda motornya juga macam-macam. Mobil hanya bisa sampai di sekitar dermaga ini saja. Itu pun semacam mobil box mini untuk keperluan angkut hasil laut. Kehidupannya makmur, rata-rata KK memiliki mobil yang di tempat parkir sewaan di pusat kota Toba. Jadi mereka setelah mereka turun dari mobil pribadi, nyambung Ferry ini untuk pulang ke rumah. Begitu juga anak-anak yang belajar bimbel atau kegiatan non formal sepulang sekolah, ferry ini menjadi tumpuannya. Berikut ini suasana dermaga Sugashima.

 

13991835651600443650

suasana dermaga Sugashima, tidak ubahnya seperti dermaga pada umumnya.

 

Di dekat dermaga itu ada restoran besar, bank, kantor perintahan, warung kopi, mini market, toko elektronik, salon, kantor pos, klinik kesehatan. Semuanya jumlahnya tidak lebih dari satu, termasuk SD. Selain yang saya sebut, ada di pusat kota Toba, harus pergi menggunakan kapal ferry untuk menjangkaunya.

 

1399361050865431723

Merajut jala

 

Ini gambar salah satu kegiatan seorang ibu membereskan jalanya. Coba kita perhatikan sepeda motornya. Beroda 4 dan ada tempat untuk meletakkan kontainer kecil di belakang joknya. Sepeda motor model seperti ini, kayaknya wajib dimiliki oleh masing-masing rumah tangga, sangat praktis dan lincah untuk masuk ke gang-gang sempit dan mendaki.

 

13996993601412471814

Jalan sempit mendaki

 

Jalan di antara rumah-rumah semacam gang sempit. Dan banyak yang mendaki. Karena saat itu musim panas, banyak juga yang kongkow-kongkow sesama tetangga. Pemandangan seorang nenek mendorong troly seperti di atas hampir setiap pojokan jalan bisa ditemui.

 

1399699663874958400

Melepas lelah (dok pribadi)

 

Imej masyarakat Jepang yang super sibuk mengejar bus dan kereta, sama sekali tidak saya temukan di pulau Sugashima ini. Dua nenek ini sedang melepas lelah di depan satu-satunya restoran yang ada di pulau ini.

 

13997013611572065454

Saling sapa, pemandang sebuah rumah di depan toko elektronik (dok pribadi)

 

Pemandangan “saling sapa” ini spontan mengingatkan saya suasana Surabaya. Pemandangan seseorang angkat jemuran, sembari menyapa tetangga yang lewat ini sangat berharga bagi saya. Perhatikan sepeda motor yang terparkir di depan toko elektronik.

 

1399700796842874811

Depan tempat pengolahan sampah

 

Meski sangat kecil, pulau Sugashima, memiliki tempat pengolahan sampah yang baik. Ini yang membuat saya sempat berdecak kagum. Pengolahan sampahnya tidak ada beda dengan kota-kota besar. Hanya point terakhir yang tertulis di papan petunjuk, disesuaikan dengan lokasi kampung nelayan yang memungkinkan adanya sampah tak terurai seperti misalnya, jala yang tak terpakai

 

 

13997016311918496580

Pintu masuk kuil

 

Ini adalah pemandangan pintu masuk kuil Shinto, bersebelahan dengan pintu masuk Sekolah Dasar. Sayang sekali bangunan SD nya tidak sempat saya ambil fotonya. Ada 3 kuil Shinto dan 1 kuil Budha yang langsung bersebelahan dengan makam.

 

1399701775562237592

Pemandangan laut yang cantik 

 

Jika kita berjalan menjauh dari perkampunngan menuju bukit tempat mercusuar, akan kita temukan pemandangan cantik seperti ini. Hanya diperlukan waktu sekitar 20 menit, dan banyak lahan-lahan di perbukitan dimanfaatkan sebagai ladang  untuk menanam sayur.

Itulah Pulau Sugashima, gambaran sebuah kampung nelayan di kota Toba, Prefektur Mie, di wilayah Jepang Tengah. Dari Stasiun Nagoya, kira-kira 2 jam menggunakan Kereta Kintetsu, ke arah kota Tsu, semenanjung Ise yang menghadap lautan pasifik. Dan di situlah saya menemukan sisi-sisi lain dari negara Jepang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s