Membelah Asa

Aku butuh senjata
Apa itu?
“Waktu” jawabku penuh harap

“Untuk apa?”
“Membelah asa” tegas aku menyahut
Aku terlalu punya banyak rencana yang tercecer
Aku tak sanggup mengumpulkannya
Aku tak mampu mengikatnya dengan rapi
Itu alasanku

“Aku butuh waktu untuk membelah asa”
Aku mau semua rencana terpenuhi
Dunia perlu tahu aku punya mimpi
Aku perlu realitakan itu semua
Kuperjelas kupunya alasan

“Waktu,….”
Pinjamkan tubuhmu
Hanya kau yang mampu penuhi mauku
Kau mampu mengelabuhi alam
Matahari yang gagah pun kau kelabuhi
Dari terbit untuk meninggalkan rembulan
Sampai tenggelam siap menemui gemintang
Alam pun terkelabuhi tajamnya kemampuanmu
Yang semestinya kepotong-potong dalam masanya
Teriris-iris tanpa tanpa tinggalkan rasa
Tiba-tiba masuk pada masa
Tajamnya tubuhmu aku butuh
Kumerajuk dan merajuk lagi

“Baiklah, apa yang harus kulakukan?”
Sekali tubuhku kau pinjam
Jangan tebarkan harap kembali utuh bentuk bulatan
Dan kau tahu betapa tajam tubuhku
Sudah siapkah kau menanggung resikonya
Sang Waktu bertanya bertubi-tubi padaku

Ya, aku butuh tuk membelah asa
Aku butuh merealisasikan harap menjadi banyak realita
Aku mau dunia mengakui kupunya daya
Suara hati besarku bergema

Mampukah kamu menggosok tiap asa yang terbelah
Menjadi mata berlian yang berkilau sepanjang masa?
Mampukah kamu merawat tiap asa yang terbelah
Menjadi mata nurani yang menyejukkan setiap insan?
Suara hati kecilku menghentakku
Dan membiarkanku merenung

 

Akaike 20140430
Titik Hujan penuhi penghujung April

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s