Keikhlasan di Balik Bunga Plum di Musim Semi

 

 

13937179221301740819

Bunga Plum pink, ada kuncup, ada berkelopak, tanpa daun (dok. pribadi)

Mekarnya bunga Plum sambut datangnya Musim Semi. Horeee!!musim semi telah tiba. Seneng banget rasanya. Pohon-pohon yang tadinya pada rontok daunnya, sudah mulai memanggil alam untuk mengembalikan asrinya daun dan indahnya bunga kembali pada rantingnya.

Mulai minggu lalu di salah satu taman milik pemda Nagoya, diadakan Festival Bunga Plum. Festival ini diadakan sampai tanggal 23 Maret. Berbeda dengan bunga Sakura, bunga Plum lebih panjang umurnya. Jadi kita menikmatinya sejak mekar sampai rontok, sekitar 3 mingguan.

Lokasinya dekat banget dengan apartemen, sekitar 15 menit jalan kaki. Kemarin kami ber 13, kumpulan dari beberapa keluarga jalin silaturahim, jalan kaki santai untuk menikmatinya. Masih juga di penghujung jalan menuju lokasi, sudah disuguhi deretan Bunga Plum di sepanjang kiri kanan jalan. Taman ini trade marknya adalah bunga Plum jenis Shidare Ume (bunga plum yang jenis bunganya menjuntai). Cantik banget persis bunga plastik yang aku temui dulu sebelum ke sini, seingatku dulu juga pernah bikin prakarya dari tali rafia pink jaman masih pake seragam sekolah.

 

13937183771104741009

Pohon Shidare Ume ini, begitu masuk lokasi, sudah menyambut kita (dok pribadi)

Ternyata ada banyak jenis, di taman ini ada 12 jenis. Pohon Plum jenis Shidare ume ini tidak bisa diambil buahnya, tapi hanya sekedar dinikmati bunganya saja. Tingginya rata-rata 2-3 meter. Bentuk bunganya mirip banget dengan bunga Persik, bunga Sakura, sering banget orang keliru, apalagi yang awam kayak aku gini. Bisa dibedakan dengan musim munculnya bunga. Misalnya pertengahan bulan April, sebagai petanda puncak musim semi, bunga Plum ini musim kembangnya habis, berganti bunga Sakura.

 

 

13937186382049116069

Ada banyak jenis pohon Plum, ini 12 jenis di antaranya (koleksi pribadi)

Taman ini luas banget, ada hutan bamboo, taman Shidare Ume, area peternakan juga ada. Semuanya lengkap, untuk membawa keluarga jalan, cukup banget, seharian kita bisa menghabiskan waktu di sini. Ada tempat luas untuk bermain bola. Ada juga tempat untuk anak belajar pertamanan, pertanian dan peternakan. Yang terpenting lagi masuknya gratis, dengan fasilitas umum-nya yang bagus.

 

1393718925721294325

Area bebas, dikelilingi stand-stand jual hasil pertanian (dok. pribadi)

 

13937190121313639848

Suasana salah satu stand, di depannya terhampar hasil berkebun yang belum di panen. (dok pribadi)

 

13937245041476684966

Cangkokan bunga Plum ini juga dijual, sekitar 1500-3000 Yen (dok pribadi)

13937191351106141932
Jalan antara taman bunga dan perkebunan menuju area peternakan (dok pribadi)

 

13937192331778794444

Terpesona epron motif sapi dipakai si mbak yang sedang melayani pegunjung beli soft cream dan susu, hasil dari perternakan (dok pribadi)

 

1393722993765941405

Suasana taman, meriah banget (dok pribadi)

 

Di area antara hutan bambu dan taman Shidare ume ini kebetulan pada hari itu, ada konser musik tradisonal Koto. Ada yang tidak biasa, kostum pemainnya tidak mengenakan Kimono, seperti lazimnya. bagus juga sih, ada semacam perpaduan tradisional dan modern.

 

 

13937193681464611541

Suasana Konser musik tradisonal Koto (dok pribadi)


Lengkap semuanya aku rasakan. Ada yang pergi dan ada yang kembali. Ngak sia-sia aku keluar sebentar dari jeratan si Lepi ini untuk mengintip dunia luar (sudah hampir 2 bulan aku tenggelam di dalamnya untuk menyelesaikan tugas akhir studi). Di sela-sela menikmati kebersamaan bersama keluarga dan teman, ada suatu perenungan yang dalam kurasa. Tuhan menciptakan semua yang cantik ini pasti ada maunya. Maunya Tuhan itu aku cari, dan aku cari,….dan aku menemukannya. Inilah perenungan itu.

Elegan banget cara si pohon memberikan kesempatan pada si daun pada awal musim gugur, untuk mengikhlas dirinya jauh dari rantingnya. jatuh berguguran. Aku suka itu. Aku yakin si pohon itu tahu betul, di situlah masa yang paling tepat bagi si daun untuk menempa pendewasaan dirinya. Terkadang aja kita tak menyadari, bahwa kita sedang menerima kesempatan diri yang langka dari Yang Kuasa. Dan terkadang membiarkan kesempatan untuk mengasah keikhlaskan itu lenyap begitu saja. Terima kasih bunga Plum…