Yang Teraba Lebih Berharga, Alasan Pos di Jepang Tetap Menggeliat

Orang Jepang bersilatur-rahmi dengan saling mengirim 年賀状nengajo, Kartu Pos Tahun Baru. Kartu pos ini sebagai pengganti catatan harian, terutama berkaitan dengan jalan hidup si pengirim, untuk disebar luarkan pada khalayak ramai. Misalnya, bertambahnya anggota keuarga, pindah rumah, memperkenalkan tambatan hati teman hidupnya, menceritakan anak kebanggaan yang maju ke step pendidikan selanjutnya dan juga memberitakan kehilangan anggota keluaganya.

Kenapa mereka menganggap kartu tahun baru ini penting dalam kehidupan mereka dan cenderung mewajibkan bagi orang yang tahu tata karma pergaulan dalam sosial masyarakat Jepang ini?

Inilah alasan yang mendasar. Kebutuhan mereka dalam bersoalisasi dan berinteraksi ini terpagari oleh 人間関係ningen kankei (interaksi antar manusia) yang sangat rumit dan kaku. Jarak fisik komunikasi manusia Jepang ini cukup jauh, antara 60~80 cm. Sehingga istilah 距離を取るkyori wo toru (mengambil jarak) ini sangat diperlukan agar interaksi dengan mereka tetap terjalin rapi.

Yang jadi masalah, sampai seberapa panjangkah orang asing yang akan berkomunikasi dengan orang Jepang ini mengambil jarak? Hal ini juga sangat tergantung pada masing-masing personalnya. Orang Jepang yang sudah pernah menginjakkan kakinya di luar negaranya, akan lebih memperpendek jarak fisik komunikasinya. Karena itu berpelukan satu sama lain jarang mereka lakukan.

Hal ini terefleksi pada kebiasaan mengirimkan kartu tahun baru ini. Intinya mereka juga ingin selalu saling mendengar dan mengetahui kabar, tetapi merasa tidak perlu bertemu secara langsung. Cukup dengan mengabarkan setahun sekali. Kabar itu tidak perlu semuanya diworo-worokan. Yang terjadi selama setahun, diseleksi, mana yang dirasa paling penting dalam kehidupan dalam setahunnya atau harapan dalam setahun ke depannya, sebelum disebarkan pada kerabatnya.

Apakah mereka semua menuliskan Kartu Tahun Baru ini? Tidak! Malah ada seorang teman kampus yang nyeletuk. Kalau aku ber-basa-basi mengabarkan diriku via Kartu Tahun Baru itu, maka dengan tidak langsung aku juga akan merepotkan orang yang menerima. Karena akan timbul semacam tuntutan bagi si penerima untuk segera membalasnya.

Memang begitu adanya, jadi kalau tahun ini aku menulis pada seseorang untuk pertama kalinya (kenalan baru) atau kalau sipenerima beranggapan kalau kartu posku lebih dulu sampai ditangannya dibandingkan kartu posnya yang lebih lambat nyampe di tanganku, maka dia akan segera dan terkesan terburu-buru membalasnya dengan mail atau sms, sebelum mengirimkan Kartu Tahun Baru yang sesungguhnya untukku. Hehehe memang bener terasa merepotkan bagi orang yang menerima, sesuai celetukan teman kampus tempo hari.

Hari ini hari kedua di tahun ini. Sejak kemarin dihari pertama di tahun 2014 aku mendapatkan segebok kartu pos sebelum jam 9 pagi. Bayangin itu kerja pak pos Jepang. Seminggu sebelum tahun baru adalah sesuatu yang paling sibuk, karena mereka harus sebisa mungkin mengantarkan Kartu Pos Tahun Baru ini tepat pada hari pertama tahun baru 元旦gantan.

Oleh karena itu pihak Pos Jepang ini sudah menghimbau pada khalayak umum untuk mengirimkannya pada jauh-jauh hari menjelang tahun baru. Dan sangat disarankan lima hari sebelum tahun baru sudah tuntas dan membawanya ke kantor pos. Kemudian pihak kantor pos akan menyimpannya, menahannya sampai nantinya disampaikan bersamaan dari pengirim lain pada pagi tanggal 1 januari.

Sosialisasi pihak pos ini juga tak hentinya pada tiap tahunnya. Begitu masuk Desember NHK, (TVRInya Jepang) menyiarkan bagaimana membuat berbagai macam kartu pos sendiri, cara menuliskan ucapan salamnya dan alamatnya, dengan tidak lupa mengingatkan menuliskan kode pos area, karena sangat membantu pekerjaan pak Pos.

Karena itu sesuai dengan himbauan juga, aku memisahkan berdasarkan tujuan, misalnya luar negeri, dalam kota Nagoya, dalam propinsi Aichi dan di luar Propinsi Aichi. Pada tiap tahunnya pihak pos juga meperkerjakan para pelajar SMA, mahasiswa. Dan mereka bekerja dalam 3 shift, praktis kantor pos tidaklah tidur. Dengan begitu pas waktunya persis tahun baru tanggal 1 pagi hari, masing-masing orang akan mendapati segebok Kartu Pos Tahun Baru, dari berbagai orang secara serentak, sangat fantastik. Apalagi ada undiannya yang diselenggarkan secara masal serentak dipelosok negeri. Nomer yang diundi itu tertera di bagian bawah kartu pos.

Salah satu alasan mengapa orang Jepang lebih suka membeli kartu pos di kantor pos. Lagi pula sudah sekalian tertempel perangko khusus untuk tahun baru yang dicetak sesuai tahun itu, biasanya bergambar sesuai shio tahun itu. Dan pihak kantor pos itu juga menawarkan segala jenis kartu sesuai dengan kebutuhan pembeli. Ada yang instan, ada juga yang kosongan untuk diprint sendiri. Jadilah kegiatan kirim mengirim ini mendapatkan tempat di hati manusia Jepang sampai saat ini.

Apa ini juga ya alasannya, kenapa beberapa Kartu Pos Tahun Baru dari teman sesama kompasianer dari luar Jepang yang katanya sudah mengirimkannya menjelang tahun baru, tetapi masih juga belum aku terima. Mungkin juga karena tidak ada tulisan tanda 年賀nenga, yang artinya tahun baru, untuk dapatkan prioritas kirim. Padahal teman yang lain sudah nyampe pada pertengahan Desember, waktu belum memasuki masa puncak kerja pak Pos.

13886307361589920550

Tanda Bulatan merah itu bertulisan nenga, untuk dapatkan prioritas kirim sebagai Kartu Pos Tahun Baru. Dan bagian bawah adalah nomer undian. Dok Pribadi

13886314191877753264

Inilah adalah cara mereka menuliskan alamat, karena aku orang asing banyak sekali variasinya, secara tulis namaku aja pake huruf latin. Padahal kalau yang sebenarnya mereka memiliki format yang paten. Dok Pribadi

Format kartu pos juga bervaiasi. Ada yang memasang foto, hasil lukisan atau hanya sekedar ilustrasi kuda sebagai shio tahun 2014. Dan jika kita tilik isinya juga berbagai macam. Misalnya ada seorang professor yang menyatakan dirinya siap untuk menyongsong kegiatannya setelah beliau akan pensiun. Ada seorang pengajar yang berikan judul bukunya yang baru saja terbit atau yang rencana akan terbit. Ada seorang teman yang bercerita dan memliki harapan tinggi agar hasil penelitiannya memiliki daya guna tinggi di masyarakat. Seorang teman yang lagi getol belajar Bahasa Indonesia, menuliskan harapannya ingin bisa lebih lancar Bahasa Indonesia. Ada juga yang menceritakan perjalanan liburan keliling dunia. Atau bahkan ada seorang teman yang selalu membuat format layaknya lay out koran, yang bercerita tentang kegiatan selama setahun, bagus sekali.

13886317631316266570

Beragam warna, beragam warta. Dok Pribadi

Ada kartu pos yang lain dari pada yang lain. Kartu pos tersebut dikirim jauh beberapa bulan sebelum Desember. Dan tahun ini aku telah terima 3 buah kartu pos. Sedih, waktu menerimanya. Kartu pos itu menginformasikan bahwa bapaknya, suaminya dan ibunya telah meninggal dunia. Ditulis juga berita penyebab dan tanggal meninggalnya. Dan tidak lupa ungkapan permohonan maaf dari keluarga, jika anggota keluarga yang meninggal ada salah yang tak disengaja.

1388631933562977302

Kartu pos khusus, berkaitan dengan Tahun Baru, yang mewartakan bertita duka. Dok Pribadi

Kali ini yang bikin tambah sedih, karena salah satu dari tiga kartu pos ini adalah teman dekat yang setiap datang ke Surabaya pasti menginap di rumah orang tua. Karena memang secara usia tidak terpaut jauh dengan usia orang tuaku. Begitulah Jepang, jika tidak terikat dengan sesuatu aktivitas yang dilakukan bersama-sama pastilah seolah-olah hubungan terputus, karena secara jarak memang jauh. Dan tiba-tiba hanya sebuah kartu pos melayangkan kabar dari istrinya, bahwa beliau telah meninggal dalam usia 72 tahun, karena sakit mendadak.

Kartu pos semacam ini dikirim agar calon pengirim, kerabat dan kenalan yang akan mengirimkan kabar bahagianya menjadi tahu, bahwa tidak perlu mengirimkan agar tidak malu. Karena tabu mengabarkan berita gembira pada seseorang yang sedang ditimpa kesusahan. Jadi, sesuatu yang paling tidak sopan juka kita mengirim pada seseorang padahal orang tersebut dalam tahun itu telah kehilangan anggota keluarganya.

Beberapa tahun yang lalu jika aku mendapatkan kartu pos semacam ini, ya tidak membalas mengirim, lha wong takut tambah salah. Kemudian akhir-akhir ini ada kartu pos khusus yang dibikin untuk merespon kartu pos tersebut, Nah jika kita mengirimkannya pada keluarga yang sedang berduka, maka tidak aka nada anggapan yang tidak sopan.

Salah satu yang bisa membuat aku betah hidup di rantau ini adalah jika melihat kilas balik album-album kartu pos yang aku kumpulkan sejak tahun 2008. Aku merasa mereka masih juga mau berteman, memberi kasihnya padaku dan memberi perhatiannya sebagai seorang guru dan sahabat. Ini adalah sebagian album-album tersebut.

138863204597362026

Sebagian koleksi album Kartu Pos Tahun Baru. Dok Pribadi

Dan inilah kenapa kartu pos di Jepang ini tetap hidup, walaupun mail dan internet telah berkembang dengan pesat merampas jaman. Hanya dengan alasan dengan adanya kartu pos di tangan yang fisiknya bisa teraba, nilai manusia lebih terhargai. Apalagi jika ditulis tangan oleh si pengirim. Waah pastilah kartu pos itu menjadi barang yang sangat berharga bagi si penerimanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s