“Belumlah Berakhir” dalam Pernyataan Maaf dan Terima kasih Bahasa Jepang

Dewasa ini, semakin banyak pembelajar bahasa Jepang yang datang ke Jepang baik sebagai pelajar maupun sebagai pekerja. Mereka datang mengunjungi negara Jepang untuk tinggal dalam jangka panjang maupun dalam hitungan hari. Berbagai alasan kenapa orang melirik Jepang. Sebagian di antaranya memandang negara Jepang sebagai ladang bisnis, sebagian  hanya sekedar tertarik pada bahasa-budayanya.

Bagaimana dengan orang Jepang sendiri? Apakah mereka juga mengimbangi angka orang asing yang masuk ke negaranya? Ya, akhir-akhir ini semakin banyak pula orang Jepang yang datang mengunjungi negara-negara lain untuk menjalin kerja sama, termasuk Indonesia. Dalam kurun 3 tahun terakhir ini pengembang usaha dari Jepang berbondong-bondong datang untuk memperluas usahanya ke Indonesia.

Berkaitan dengan semua ini, pengetahuan yang berhubungan dengan budaya, khususnya pola pikir manusia Jepang sangat dibutuhkan untuk menunjang kemampuan komunikasi dalam bahasa Jepang. Penguasaan pengetahuan budaya Jepang ini bisa menunjang tata bahasa yang telah dipelajari sebelumnya dan pada akhirnya diharapkan komunikasi dalam bahasa Jepang bisa tercapai sesuai  tujuan pembelajaran.

Dalam hubungannya dengan pembelajaran bahasa Jepang untuk orang asing, ada beberapa pendekatan yang satu dengan lainnya saling berkaitan. Di antaranya konsep “Pemahaman Lintas Budaya”, “Komunikasi Lintas Budaya”, dan lain-lainnya. Kali ini penulis akan memfokuskan pada salah satu konsep, yakni keterkaitan “Komunikasi Antarbudaya” dengan pengajaran Bahasa Jepang untuk orang asing.

Pada intinya, budaya dan pola pikir yang dimiliki pada masing-masing daerah itu berbeda. Hal yang diperlukan untuk dibahas lebih dalam adalah bagaimana budaya yang berbeda ini bisa dan mudah dipahami oleh petutur asing. Jadi tidak berhenti masalah pemahaman pada perbedaan budaya bahasa target dan bahasa sumber saja, melainkan bagaimana menggunakannya dalam praktek percakapan sehingga terjalin suatu komunikasi yang baik.

Bagaimana dan apa yang terjadi pada proses komunikasi antara pembelajar bahasa target dan pembicara bahasa sumber itulah yang dipentingkan. Komunikasi yang baik, sebelumnya didasari dengan sebuah pemahaman pada dua budaya yang beda. Dan tentu saja perbedaan ini dapat dipahami dari sebuah hasil proses memperbandingkan di antara keduanya.

Perbedaan tersebut, misalnya dalam bahasa Jepang, penyataan maaf “すみませんsumimasen”, juga dipakai untuk menyatakan terima kasih. Hal ini jika dipandang dari sudut pemaknaanya, makna antara “terima kasih” dan “maaf”  bisa dipertukarkan karena etimologi, asal-usul pembentukan kata kata “すみませんsumimasen”. Oleh karenanya sudut pandang pemahaman makna dari si pembicara adalah sama. Baik dalam konteks pernyataan maaf atau pun pernyataan terimakasih, sipembicara merasa telah membebani lawan. Karena kata “すみませんsumimasen” itu berarti “tidaklah bisa dikatakan berakhir begitu saja, suatu hari saya akan menggantikannya sesuai dengan apa yang telah saya peroleh”

Sedangkan dalam bahasa Indonesia, arti “terima kasih” dan “maaf” itu berbeda satu sama lain, walaupun ada orang yang menyamakannya dalam situasi tertentu. Dari sudut pandang makna yang ditangkap si pembicara sangatlah berbeda. Waktu si pembicara mengucapkan “Terima kasih”, dirinya merasa mendapatkan sesuatu keuntungan dari lawan. Dan waktu sipembicara mengucapkan “maaf”, dirinya merasa telah membuat repot lawan.

Dan yang lebih penting lagi berhubungan dengan permintaan maaf ini adalah, sudut pandang cara pikir orang Indonesia dan orang Jepang yang sangat berbeda. Yakni, bahasa Jepang tidak cawe-cawe dengan urusan konsep keberadaan Tuhan. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, sangatlah erat. Sampai-sampai terkadang pernyataan “atas nama Tuhan” dijadikan kambing hitam saat menyampaikan permintaan maafnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s