“Tanah Airku” Mengalun di Langit Nagoya

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biar pun saya pergi jauh
Tak kan hilang dari kalbu
Tanahku yang kucintai
Engkau ku hargai

Walau banyak negeri kujalani
Yang masyur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disana lah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan

Beberapa lagu nasional dan lagu-lagu daerah meluncur indah dari bibir 4 pelajar yang tengah studi di Nagoya. Dan bait-bait ini membuatku merinding sesaat, tersadar aku jauh bermil-mil dari tanah air. Rasa rindu tanah air ini seakan terobati di sini. Hari ini, bertepatan dengan Hari Pahlawan di Indonesia, sebuah perkumpulan orang-orang Jepang pemerhati Indonesia dan Persatuan Pelajar Indonesia mengadakan Festival Indonesia.

Ada sekitar 250 orang tumplek blek berkumpul di Gedung Anex, bersebelahan dengan gedung Nagoya International Center. Semua orang berbatik, semua orang membicarakan tentang Indonesia, semua orang makan makanan Indonesia, tak terkecuali orang-orang Jepang. Suasana gedung sangat hangat, walaupun di  luar angin musim gugur bertiup dingin dan hujan nrecih sejak pagi tak berhenti juga.

13840880741454494306

Suasana ketika acara berlangsung (dok pribadi)

1384088819963192685

Cendol ini yang sempat masuk ke perutku. Di ruangan ini masih ada beberapa stan penjualan makanan lain, dan souvenir khas Indonesia (dok pribadi) .

Penampilan-penampilan hari ini sangat menarik. Dengan merogoh kocek 1000 Yen, rasanya gak rugi deh. beberapa penampilan masih keinget juga walau sudah nyampek di rumah. Mulai yang lucu sampai yang anggun semua ada, seru banget. Antara Indonesia dan Jepang seakan melebur. Yang MC pun bergantian, orang Indonesia membawakan bahasa Jepang dan sebaliknya.

Penampilan anak-anak SD Bhinneka (sekolah non formal seminggu sekali, tiap hari Sabtu), heboh banget. Dengan megal-megolnya yang lucu khas anak-anak, mereka berjalan memutar ala peragawan-peragawati memeragakan baju daerah. Penampilan mereka yang polos ini membuat orang-orang Jepang nyeletuk, ternyata anak-anak semuanya sama ya.

1384089737532913208

Kebhinekaan ada di anak-anak ini (dok pribadi)

Persatuan Pelajar Indonesia dari luar Nagoya juga iku bergabung. Juga perkumpulan para pekerja magang yang ada di Nagoya dan sekitarnya turut menyumpang beberapa acara. Penampilan mereka juga mempesona. Waktu ada lagu dangdut, tamu-tamu orang Jepang juga ikutan joget. Yang tak kalah serunya, aura persatuan terlihat dari penampilan tari Saman, satu sama lain berusaha dan semangat banget untuk menyatukan gerakannya. Heboh banget.

13841224471201916266

Sanking semangatnya, begitu selesai, properti tarinya sampek pada lepas (dok pribadi).

Yang membuat bangga, ada 2 penampilan tari Bali yang ditarikan oleh orang Jepang dari sanggar tari bali yang pemiliknya bukan orang Indonesia lhoo, tetapi orang Jepang.  Dia pernah tinggal di Surabaya berpuluh tahun lalu. Belajar bahasa Indonesia, belajar tari Jawa dan tari Bali. Luar biasa penampilannya.

Dan yang membuatkan terkagum-kagum adalah penampilan grup angklung yang berkolaborasi dengan permainan kendang, menyanyikan beberapa lagu. Lagu terakhir yang bikin suasana bertambah hangat. Lagu Goyang Dombret mampu menarik beberapa penonton ikut bergoyang.

1384090529902950097

Cantik ya, cocok juga ibu-ibu Jepang ini berkebaya. Sambil momong, main angklung jalan terus (dok pribadi)

13840906541859912551

Bapak-bapak Jepang ini amat menikmati kendang Indonesia, dan di sebelahnya anaknya mengikutinya (dok pribadi) .

Sempat terbersit dalam benakku, sepertinya para pelajar dan pekerja magang dan siapa saja yang hadir dalam acara ini ini layak di anggap pahlawan dalam tanda kutip. Karena mereka pun sebagai duta bangsa, sedang berjuang untuk menjaga keharuman nama bangsa di mata kancah dunia.

Sempat terbersit lebih dalam lagi dalam benakku. Bisa gak ya mereka yang telah menari tari Bali, memainkan angklung dan kendang, dan juga yang telah menyelenggarakan hingga suksesnya acara ini, juga disebut pahlawan dalam tanda petik? Ahh semua penilaian ada dalam hati dan pikir masing-masing orang. Aku hanya melihat sekilas saja, mereka begitu mencintai apa-apa yang sedang mereka lakukan saat acara berlangsung, walaupun mereka bukan berbangsa Indonesia. Dan semoga kita yang mejadi pemilik karya seni itu tersentuh untuk lebih menghargai, mencintai dan melestarikan karya bangsa ini melebihi apa pun.

2013 11 11, 08:49…akaike semakin mendingin, percaya ga suhu terendah dua derj, padahal kemarin masih 9 derj

2 thoughts on ““Tanah Airku” Mengalun di Langit Nagoya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s