Nepotisme ala Jepang

Apakah Jepang juga mengenal KKN? Kalau aku boleh bilang, KKN di Jepang dalam prakteknya melebihi segalanya dari Indonesia. Seperti apa?

KKN, oh KKN, apa pun yang berhubungan dengan KKN, sungguh bikin hati kebat kebit. KKN di beberapa negara termasuk juga Indonesia dalam prakteknya, siapa yang dikenalkan dan siapa yang mengenalkan, jelas terlihat hubungan satu dengan yang lainnya. Tetapi, sebetulnya tidak jelas sama sekali dalam prakteknya. Karena sistemnya tidak mendukung untuk terlihat secara terang-terangan.

Di Jepang praktek KKN sudah menyatu dalam kesehariannya, semua orang terlibat praktek KKN. Tetapi, aturan yang berlaku berbalik dengan kondisi Indonesia. Jadi tidak akan ada istilah melungsurkan suatu jabatan untuk anaknya, adiknya, bahkan untuk istrinya. Dan dilakukan tanpa sembunyi sembunyi.

Masyarakat Jepang dalam segala sudut dimensi kehidupannya, tidak bisa lepas dari ungkapan 「紹介していただけませんか」 “shoukai shite itadakemasen ka“, terjemahan bebasnya, “Bisakan anda mengenalkannya untuk saya?”. Seberapa besarkah peran ungkapan tersebut?. Ungkapan ini dipakai seseorang saat minta tolong untuk mengkoneksikan pada orang yang berkompeten dalam suatu hal tertentu. Semakin panjang deretan pemberi rekomendasi, semakin kuat keterpercayaannya. Panjangnya deretan rekomendasi, menandakan sampai seberapa jauh orang yang direkomendasi tersebut patut dipercaya.

Pengalaman beberapa tahun silam, waktu mencari sekolah anak dan mencari arubaito (kerja sambilan), memaksaku untuk mengamati praktek KKN antara Indonesia dan Jepang.

Waktu mencari sekolah anak, saat baru pindahan dari Surabaya, aku mengalami hambatan yang cukup berarti. Karena jenjang sekolah si anak yang tanggung, menyebabkan adaptasi dengan huruf bahasa Jepang, menjadi hambatan besar.

Wajib belajar di Jepang, hanya sampai SMP, di jenjang ini tidak dituntut untuk bisa baca tulis. Tetapi, untuk  jenjang SMA, harus bisa baca tulis. Karena orang yang masuk SMA dianggap siap untuk masuk PT. Untuk itu pada Jenjang SMA, ada tes ujian masuk. Di sinilah hambatannya, jika pindahnya dari Surabaya sejak SD, mungkin tidak akan muncul masalah itu, karena baca tulis nya sudah terlatih sejak dini. Atau sekalian pindah setelah lulus SMA. Jadi sekalian masuk PT yang menyediakan jalur khusus anak orang asing.

Saat inilah peran profesor pembimbing tempat aku studi besar sekali. Beliau mengenalkan aku pada dosen dari jurusan lain. Dan dosen tersebut mempunyai adik kelas seorang guru, kemudian guru tersebut mempunyai teman seorang wakil kepala sekolah. Dari situ, aku mendapatkan informasi, bagaimana bisa berkonsultasi untuk masuk ke suatu sekolah. Pergilah aku menemui Kepala Sekolahnya dengan berbekal segebok nama.

Deretan pemberi rekomendasi, semuanya tidak terikat dalam hubungan kekerabatan. Tetapi terikat pada koridor yang sama, yakni sesama teman profesi guru dan dosen. Begitu juga pada saat mencari arubaito kerja sambilan. Orang yang mengenalkan sebuah pekerjaan akan menjadi 先輩 senpai posisi senior. Dan akan  bertanggung jawab penuh sebagai senior sampai yang dikenalkan benar-benar bisa beradaptasi dengan pekerjaan. Dengan begitu ada suatu ikatan moril diantara keduabelah pihak.

Penjagaan nama baik merupakan suatu taruhan yang luar biasa antara pemberi rekomendasi dan yang diberi rekomendasi. Secara sengaja atau tidak, kesalahan yang mengakibatkan pecorengan nama baik, apapun bentuknya, pemakluman tidak akan berlaku. Dan orang yang sudah mencorengkan nama baik pemberi rekomendasi, akan terancam hukuman sosial. Karena orang lain sudah tidak mau memberikan rekomendasi lagi, sesuai dengan kabar burung yang cepat menyebarnya.

Sempat terbesit dalam benakku, kekakuan dalam hubungan kemanusiaan masyarakat Jepang seperti ini, sungguh menjengkelkan bagi orang asing. Tetapi, dalam kaitannya dengan KKN, membawa suatu kebaikan bagi negaranya. Jika kita mau mengamati antara Indonesia dan Jepang, mungkin akar cara pikir pada kedua negara, yang mengakibatkan adanya perbedaan semua ini. Tidak perlu kita menirunya sama plek, hanya niatan yang baik pada setiap individu yang terikat dalam praktek KKN, aku yakin sudah bisa membawa ke arah kebaikan untuk negara tercinta ini.

Akaike 20131008, 08:50, 26 C, kaki sudah semriwing, kayaknya tak lama lagi perlu kaos kaki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s