Tempat Ibadah di Pabrik Spare Part Toyota

13810435731235488112

Kuil tampak dari pintu gerbang utama pabrik (dok. pribadi)

Kuil Shinto kecil ini yang selalu menarik perhatian ketika aku mengajar kelas privat bahasa Indonesia di suatu pabrik spare part mobil Toyota, letaknya di propinsi Aichi. Kuil ini terlihat begitu aku turun taksi dan melapor pada sekuriti untuk dapatkan ID card. Warna merah oranye menyala, sangat menyolok dan areanya ini tidak luas, hanya sekitar 100 m2, dan terlihat rindang dikelilingi semacam hutan kecil. Hutan adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dengan bangunan kuil Shinto.

Kemarin adalah hari terakhir aku mengajar kurang lebih selama 7 bulan. Dan mereka juga sudah siap pergi ke Bekasi untuk memulai tugasnya di Indonesia. Untuk itu aku minta diantar oleh mereka untuk mengambil beberapa gambar.

1381043846696906643

Papan nama Kuil Kuma Taka Inari (dok. pribadi)

Nama kuil shinto “Kuma Taka Inari Dai Jinja”, panjang sekali ya. Karenanya mereka hanya menyebutnya dengan O-inari-san. Papan nama langsung terlihat, sebelum masuk ke area hutan kecil. Namanya garang banget, ada unsur arti beruang, burung rajawali dan kata julukan untuk rubah. Beruang dan rajawali hanya nama saja. Yang menunjukan makna besar adalah Inari.

13810440851088180770

Gerbang Utama Kuil (dok. pribadi)

Di pintu gerbang utama, juga tertulis kapan tempat ibadah ini dibangun, yakni tahun 1992. Dalam benak kita, pasti yang namanya tempat ibadah, akan sering dikunjungi oleh umatnya. Tetapi mereka mengakui, sejak tempat itu berdiri, baru kali pertama masuk bersamaku.

Mereka tentu saja heran, kenapa jika ingin mengambil foto-foto kuil Shinto yang kecil itu. Kenapa tidak bangunan yang sebenarnya, yang terkenal dan banyak dikunjungi. Komentar mereka membuatku heran. Mereka pikir, tempat ibadah yang ada di pabrik tempat bekerjanya itu, tidak perlu dikunjungi.  Karena sudah ada yang bertugas merawat dan mengganti pernak-pernik sehubungan dengan tempat persembahan. Orang tersebut ditugasi oleh petinggi kuil dari Kuil Shinto besar yang diyakini oleh pihak pabrik itu sebagai kuil Shinto yang bagus. Perhatikan gambar berikut, terlihat dua kepala rubah di kanan kiri tempat persembahan.

1381045864250644983

Dua patung rubah (Kitsune) di kiri kanan altar Mini (dok. pribadi)

Ternyata rubah ini memiliki arti besar sehubungan dengan kuil Shinto ini. Sehingga hampir semua nama kuil Shinto selalu diselipi kata Inari ini. Kenapa rubah? Dulu ada sebuah mitologi yang bercerita bahwa, manusia menganiaya rubah yang suka mengagetkan manusia. Tetapi, walaupun rubah sering dianiaya, suatu saat menolong manusia. Oleh karenanya, manusia membalas budinya dengan selalu mengenang rubah dan dijadikan salah satu Kamisama. Kata Kamisama ini jika diartikan secara bebas adalah Tuhan.

Dalam kehidupan sekarang, orang Jepang  juga selalu membuat atau membeli inari sushi untuk menghormat dan memuja kamisama ini. Inari sushi ini nasi yang dikepal-kepal dibumbui cuka, gula dan garam. Kemudian dimasukkan dalam kulit tahu tipis berbumbu shoyu, kecap asin. Enak sekali, lho.

13810460221035449191

Kuil Shinto dengan 5 gerbang Torii (dok. pribadi)

Gerbang Kuil disebut Torii,  jumlahnya ada lima. Semua yang berhubungan dengan kuil Shinto selalu berjumlah ganjil. Kalau bicara tentang gerbang Torii ini, pasti teman-teman tahu gerbang yang dikeliling air laut. Cantik sekali. Kuil itu ada di pulau Miyajima, dekat Hiroshima. Silakan, jika ada kesempatan berkunjung ke Hiroshima, jangan lewatkan kuil itu.

13810460791797445552

Tali tampar Shimenawa dan Shide kertas putih bentuk zig-zag (dok. pribadi)

Bagian atas gerbang Torii, ada tali tampar Shimenawa dan kertas putih berbentuk zig zag, disebut Shide. Beberapa sumber ceritanya berbeda. Ada yang mengatakan bahwa tali tampar dan kertas putih itu adalah penggambaran dari guntur. Guntur tersebut simbol dari kekuatan besar. Kalau aku lebih senang dengan cerita yang mengatakan bahwa tali tampar itu simbol ular, yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dan kertas putih itu simbol dari hidup manusia yang tidak lurus, selalu zig zag.

1381046612658672377

Ranting dan daun Shakaki (dok. pribadi)

Ranting dan daun Sakaki yang ditempel di tiap tiang ini menandakan bahwa tempat ini suci, tempat berdiamnya Kamisama. Warna merah menyolok tanda Kamisama yang berdiam di sini adalah yang berhubungan dengan segala sesuatu yang berbau kebahagiaan. Oleh karenanya kuil ini dibangun untuk tujuan agar keselamatan, keamanan, dan kemakmuran yang merupakan sember kebahagiaan, bisa mereka dapatkan   

Fakta bahwa mereka tidak mengakui keberadaan Tuhan itu benar. Tetapi ternyata mereka tetap mengakui sesuatu kekuatan besar di balik diri manusia, yang diyakini sebagai Kamisama, jumahnya ada banyak. Kamisama ini, biasanya mendiami pohon besar, batu karang, laut dan gunung.

Setelah beberapa kali berdiskusi dengan mereka, ada beberapa point yang membuat aku sadar. Pada saat berinteraksi dengan mereka, sepertinya aku tidak perlu memasalahkan perbedaan sudut pandang melihat Tuhan ini. Hanya saling menyadarkan satu sama lain, bahwa perbedaan itu perlu diselaraskan untuk menjadi harmoni yang indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s