Jasa Serbabisa

Orang Jepang rela mengeluarkan 5.000~8.000 ribu yen (sekitar 600rb~900rb) per setengah hari untuk menyewa orang. Siapa saja boleh menyewanya. Dengan adanya fenomena sosial yang bergeser kearah individual, usaha semacam ini berkembang ke pelosok Jepang. Tetapi, beberapa teman Jepang juga ada yang gak sadar lhoo..kalau di masyarakat sosial negaranya ada fenomena semacam ini.

Perusahaan yang menyediakan jasa seperti itu namanya便利屋さんbenriya-san. Kalau diterjemahkan secara harfiah, tempat/ toko yang menyediakan jasa apa saja, serba bisa,…hehehe jelek sekali ya, terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Ya, tentu saja, karena kebiasaan ini tidak lazim di sosial masyarakat Indonesia, jadi mencari padanan katanya susah sekali.

Mulai dari bos dan seluruh stafnya perempuan, anggota Penjual Jasa Serbabisa ini dari berbagai disiplin ilmu dan berbagai kalangan sosial masyarakat. Jadi semacam kerja sambilan bagi orang-orang yang tergabung dalam usaha jasa itu. Ada semacam aturan ketat yang harus ditaati. Misalnya tidak boleh terikat hubungan pribadi apalagi sampai melayani yang berbaui seks. Dan anggota juga dilatih untuk mempertahankan diri dalam tindak dan tutur.

Sebagian besar penyewa, bertujuan untuk membunuh kesendirian. Ketakutan akan kesendirian ini menjadi momok bagi mereka. Jadi, menyewa orang untuk dijadikan anggota keluarga yang seolah ada dalam kehidupan sehari-hari. Dan orang yang disewa, akan berperan sebagai anggota keluarga, teman ngobrol, dlsb.

Banyak penyewanya, seorang kakek atau nenek, menyewa rutin anak kuliahan untuk menjadi cucunya barang setengah hari. Mereka akan melewatkan hari itu dengan bercengkerama di rumah, pergi belanja dan memasak bersama. Kadang terpikir olehku juga. Lha cucunya sendiri ada dimana ya,..kok ya sampai menyewa orang untuk jadi cucunya.

Selain itu, siapa saja yang menyewa Jasa Serbabisa ini? Seorang pegawai kantor laki-laki tengah baya yang mempunyai hobi aneh, menjadi pelanggan tetap. Saat libur, dia selalu macak perempuan, dan butuh teman untuk sekedar ngopi, jalan-jalan dan ngobrol. Ya bisa dibayangkan, wajarlah dia susah dapatkan teman jalan, lha wong dia seorang laki-laki gagah bersuara bass tapi kemayu. Oleh karenanya dia selalu menyewa Jasa Serbabisa tersebut untuk menyalurkan hobinya

Ada juga seorang laki-laki bos muda tampan yang akan membuat kejutan, melamar seorang perempuan pujaannya. Tetapi karena tidak memiliki pengalaman memilih cincin pertunangan dan takut salah pilih pada selera bentuk yang ekslusif, dia menyewa Jasa Serbabisa. Pergi bersama, dipilihkan model cincin yang sesuai dengan sifat calonnya. Setelah itu, ada kabar, dia merasa puas, karena konon si calon ini sangat bahagia dengan cincin pertunangan itu.

Seorang ibu rumah tangga yang sibuk juga menjadi langganan Jasa Serbabisa ini. Dia, tidak pergi bersama, tetapi hanya minta tolong untuk dibelikan parsel dikirim ke keluarga mertua. Ada kebiasaan tengah tahun dan akhir tahun, di Jepang saling mengirim parsel, seperti kebiasaan Hari Raya dan Natal di Indonesia. Dia tidak memakai jasa yang umumnya disediakan di toko-toko yang dikirim via pos. Karena dia masih beranggapan, parsel yang dikirim seseorang secara langsung, mempunyai bernilai tinggi.

Begitu banyak cerita yang bisa digali dari Jasa Serbabisa ini. Apakah ini suatu fenomena ke arah positif untuk mengatasi kerengangan hubungan antar individu? Yang jelas susah dicerna olehku, tidak pernah terbayang, apakah kecenderungan semacam ini akan muncul di tengah masyarakat Indonesia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s