Hari Minggu, Saat Tuhan Tidak Ada (神様のいない日曜日)

13793977661865771209

Tertulis pada sebuah sampul buku, 神様のいない日曜日kamisama no inai nichiyoubi, “Hari Minggu, Saat Tuhan Tidak Ada”. Buku cerita itu ditulis oleh Kimihito Irie. Tertegun, sekaligus penasaran aku dibuatnya, beberapa informasi aku dapatkan setelah membelinya seharga 514 Yen (52.000Rp). Ternyata buku itu menjadi pemenang untuk kategori cerita fantasi remaja pada tahun 2012. Setelah meledak, awal tahun 2013, dibuat versi manga (komik). Setelah halaman pengantar, ada 7 baris kalimat yang betul-betul menyita perhatianku.

Kalimat pertama, berbunyi 神様は月曜に世界を作った Kamisama ha getsuyou ni sekai wo tsukutta, Tuhan menciptakan dunia pada hari Senin. Kalimat Kedua, 神様は火曜に整頓と混沌を極めた Kamisama ha kayou ni seijun to seiton wo kiwameta, Tuhan memisahkan dengan tegas antara yang serba teratur dan serba berantakan. Kalimat ketiga, 神様は水曜に細々とした数値をいじくった Kamisama ha suiyou ni komagoma toshita suuchi wo ijikutta, Tuhan mengklasifikasi segala sesuatu dengan rinci pada hari Rabu. Kalimat keempat, 神様は木曜に時間が流れるのを許した Kamisama ha mokuyou jikan ga nagareru no wo yurushita, Tuhan membiarkan waktu mengalir begitu saja pada hari Kamis. Kalimat kelima, 神様は金曜に世の隅々まで見た Kamisama ha kinyou ni yo no tsumizumi made mita, Tuhan melihat sampai kesudut-sudut belahan dunia pada hari Jumat. Kalimat keenam, 神様は土曜に休んだ Kamisama ha doyou ni yasunda, Tuhan beristirahat pada hari Sabtu. Dan kalimat terakhir, 神様は日曜に… Kamisama ha nichiyou ni…, Tuhan pada Minggu… (red: Tuhan ada di mana dan melakukan apa, tidak diketahui, yang jelas tidak berada di tempatnya).

Kalau kita bicara masalah Keesaan Tuhan dengan kebanyakan orang Jepang, akan ada suatu perbedaan yang menyolok di antara mereka. Bertanya, agama atau keyakinan apa yang dianutnya, adalah hal yang tidak sopan pada mereka yang tidak menganut agama apa pun. Ada suatu hasil angket yang menyatakan jumlah pemeluk agama yang ada di Jepang ini melebihi jumlah penduduknya. Berarti beberapa orang memilih, lebih dari satu. Pelajaran agama pun tidak ada dalam kurikulum pada jenjang mana pun.

Apakah mereka tidak berTuhan? Pertanyaan semacam itu memang sering mampir dalam benak kita. Karena orang hidup adalah, orang yang mempercayai suatu agama tertentu, hal itu sudah terpatri dalam kepala kita sejak brojol ke dunia ini. Sepanjang pengetahuanku, mereka tetap mengakui sesuatu yang besar di balik kekuatan manusia biasa. Karena itu, aku selalu berpesan pada mereka yang sedang belajar bahasa Indonesia untuk persiapan dinas mereka di Indonesia. Jika nanti ada pertanyaan, agamanya apa? jawab sekenanya saja tidak apa-apa. Misalnya agama Budha, agama Shinto, atau agama Nasrani. Yang penting jika ditanya, harus menjawab. Kalau tidak menjawab, akan ada kesan buruk, karena dalam pandangan orang Indonesia, orang hidup yang tidak memiliki agama itu adalah hal yang tidak wajar.

Saat penasaranku masih bergejolak, kebetulan sekali bertemu dengan seorang teman bernama Aya Kamiya, berumur 25 tahun, mahasiswa S2 tahun kedua. Aya chan bercerita, sejak kecil sering didongengi dan dibacakan buku cerita anak-anak oleh neneknya yang bekerja sebagai guru Taman Kanak-kanak. Buku yang baru saja aku beli, 神様のいない日曜日kamisama no inai nichiyoubi, “Hari Minggu Saat Tuhan Tidak Ada”, aku tunjukan padanya.

Menurut Aya chan, buku-buku semacam ini banyak sekali dijual dan laku keras. Disamping harganya terjangkau, dianggap bisa memfasilitasi rasa tanya yang sebetulnya selalu ada dalam benak mereka (para kaum muda). Karena ada suatu anggapan, untuk memulai atau mendekatkan diri dengan Kamisama atau Sang Budha itu dimulai dari jika segala sesuatunya sudah senggang. Maksudnya, jika masih muda tidak perlu memperhatikan semacam itu. Nantinya mendekati tua, jika dirinya seorang pekerja, memikirkan hal itu, dimulai jika sudah pensiun. Jika dirinya seorang ibu rumah tangga, dimulai jika anak-anaknya sudah mandiri. Jadi mereka akan terheran-heran jika ada orang yang memikirkan arti Tuhan itu sedini mungkin.

Kemudian, neraka-surga-dunia, menjadi pokok pembicaraan kami selanjutnya disiang hari itu. Aya chan percaya dengan adanya surga dan neraka, tapi bagaimana mekanisme cara berpikirnya itu yang sampai sekarang masih menjadi pertanyaan besar baginya. Katanya, bagi kebanyakan orang Jepang, yang harus dilakukan agar terhindar neraka dan masuk surga hanyalah tidak membuat susah orang tua, tidak merepotkan orang-orang di sekelilingnya, dan tidak mempermalukan diri, orang tua dan orang-orang sekeling hidupnya. Satu buku cerita anak-anak yang berjudul 地獄と極楽jigoku to gakuraku, Neraka dan Surga, diceritakan oleh Aya chan, bagaimana dia pada awalnya mengenal kedua kata tersebut.

Buku itu terdiri dari tiga bagian, jilid pertama menceritakan seorang akrobatik sirkus bernama Shohei masuk neraka, karena mengganggu orang sedang 座禅zazen, duduk bersemedi di kuil Budha. Karena kehebatannya meniti tali, dia lolos saat meniti jembatan yang dibawahnya ada kawah panas. Kemudian dia juga bisa melepaskan diri ketika ada raksasa rakus menelan tubuhnya hidup-hidup. Karena dia ramah sehingga diberitahu tentang anatomi tubuh oleh seorang dokter yang waktu itu juga bersama-sama tertelan raksasa. Dengan mencubit-cubit usus, sehingga raksasa perutnya sakit, keluarlah si Shohei itu bersamaan dengan kentut si Raksasa. Karena dia tidak pernah berbohong dan hampir selalu menurut apa kata orang tua, Shohei lolos dari tempat penyiksaan lidah yang terpotong dan tidak dimasukan dalam bejana panas.

Pendek kata, semua yang tergambar di buku cerita versi Aya chan itu persis gambaran yang kita terima tentang apa itu neraka sejak kecil hingga sekarang. Kemudian, bagaimana gambaran tentang surga? Surga digambarkan dengan cerita Shohei yang telah terlahir kembali (reinkarnasi) ke dunia. Karena dia selalu baik, dimasukkan ke dalam Surga. Surga digambarkan dengan sesuatu yang tenang. Shohei duduk tenang di atas daun teratai, dan dikelilingi bidadari cantik dan tersedia o-sake, minuman tradisional Jepang. Tiap hari yang dilakukan hanya membaca お経o-kyou ayat-ayat suci salah satu jenis aliran agama Budha yang masuk ke negara Jepang abad 5. Karena Shohei hanya manusia biasa, dia menjadi bosan berdiam di Surga, oleh karenanya dia berbuat ulah dan dikembalikan lagi (reinkarnasi) ke dunia.

Kembalinya Shohei ke dunia ini adalah cerita jilid ketiga buku ini. Diceritakan, bahwa yang terpenting dalam kehidupan manusia adalah berbuat baik, tidak berbuat malu, dan tidak merepotkan orang lain. Begitulah tiga jilid dari buku cerita anak-anak, 地獄と極楽jigoku to gakuraku, Neraka dan Surga yang sering dibacakan nenek Aya chan. Menurut pengakuan Aya chan, yang paling berkesan dan terbawa hingga dewasa adalah buku jilid 2, tentang Neraka. Kenapa begitu? Menurut Aya chan, halaman buku itu dipenuhi warna merah api neraka. Dan ceritanya sangat dinamis. Sangat berbeda dengan isi cerita jilid 2 tentang Surga. “Hanya duduk manis di atas teratai, apa asyiknya?” Begitu kata Aya chan.

Masih dengan rasa keingin tahuan yang tinggi, aku ajukan beberapa pertanyaan pada Aya chan.Mereka tidak mengenal atau kurang percaya adanya Tuhan, Surga dan Neraka, kenapa masih mau berbuat baik dalam ukuran yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Aya chan menggambarkan sebagai berikut.

Peran buku-buku semacam itu, sampai sekarang sangat besar. Oleh karenanya masih banyak yang menulis dan laku keras. Banyak ibu-ibu membelinya untuk menakuti anaknya, jika tidak mau menurut apa kata orang tua. Jadi bukan karena Tuhan yang mereka percayai sebagai penguasa alam semesta. Tetapi, lebih takut pada tegoran orang lain yang  terkena dampak, akibat karena dirinya berbuat tidak baik. Karena adanya mata orang lain yang melihat, menyebabkan mereka tidak mau berbuat yang tidak baik. Dengan ‘mata orang lain’ ini, kemudian datang tegoran dan kemudian semua orang melihatnya, inilah yang menjadi beban seumur hidup orang tersebut. Oleh karenanya mereka selalu berbuat baik, agar tidak malu akibat suatu tegoran.

Foto: dokumen pribadi

One thought on “Hari Minggu, Saat Tuhan Tidak Ada (神様のいない日曜日)

  1. komentar dari teman-teman pesbuk:
    1. Rike Febriyanti: Baca ceritanya sensei ini jd keinget kepercayaan org jpg dimana ada hari yg tidak ada kamisama di jinja manapun karna para kamisama pd rapat di langit, tp lupa hari apa itu namanya, hehehe…. #denger cerita dr temen jpg yg udah pindah agama jd islam krn dia ngerasa aneh dg cerita itu.
    Oiya satu lagi “buku agama” yg distempel saat mengunjungi jinja jg dipercaya bhwa itu “rapor” manusia jika dia mati akan ditanya oleh kamisama ttg rapornya itu. Itu sebabnya org jpg rajin mengunjungi jinja mesq jinja itu terpencil krn utk mendapatkan stempel #cerita dr guide saya pas ke nikko.

    2. ALta KacChoee この本はまだ読んだ事がないのですが、小学校の頃図書館で地獄と極楽の絵本は読んだ事があります。やはり、おばさんの言うとおり、その絵本は子供に悪い事しないように大人が小さい頃から教えています。そうすれば子供は大人や周りの人に対して行儀良くなるらしいです。
    ですが、一つだけ疑問が浮かびます。他の人に気を使い過ぎて、ストレスになる人も多くいます。

    3. Hikmah Balbeid yang dimaksud mbak Rike itu 神無月 kannazuki, tuhannya kumpul di 出雲大社 izumotaisha

    4.Winarto Raharjo Saya pernah beberapakali diskusi sm org jep soal agama…..jawaban mereka kurang lebih spt yg dipaparkan sensei diatas. Namun ketika kita memberikan beberapa pertanyaan yg mengarah pada keberadaan Tuhan dengan cara bercanda agar tidak tersinggung atau merasa ga enak ati…sy cukup kaget dgn reaksi mereka….awalnya ikutan tertawa tapi kemudian diam dan berkata….iya ya….kok sy ga kefikir sampai kesitu….contoh pertanyaan sy adalah…kenapa ada pasangan….kiri kanan siang malam dst….manusia bisa membuat mobil komputer dll lalu siapa yg membuat manusia….hewan…tumbuhan dan mahluk hidup yang lain…masa ada bgtu saja tanpa ada yg bikin……kalimat2 spt itu kadang mengagetkan mereka…..meski terkadang ada juga yg menjawab…….tuhan ya diri saya sendiri……ga kerja ga dapat uang…..ga ada tuhan yg kasih uang…….agama itu bisnis saja….salah satu cara orang cari uang…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s