Di Jepang 4 & 9 Pamali

Angka 13 dalam masyarakat Jepang, biasa saja seperti halnya angka-angka yang lain. Tetapi jangan harap temukan angka 4 dan 9, di kamar inap Rumah Sakit atau pun Hotel. Hal-hal yang pamali dari kacamata manusia Jepang ini, disebut 忌詞 Imikotoba.

Kata imi 「忌(いみ)」 berarti, suatu tanda untuk mengabaikan suatu hal, berkaitan dengan tempat, waktu, tindakan atau kata-kata yang dipercaya dapat menjadi hal yang tidak baik. Dan kata kotoba 「詞(ことば)」berarti:, istilah atau ungkapan’. Jadi, ada dua arti dari imikotoba, yang pertama yaitu kata-kata yang diabaikan, dan yang kedua adalah kata-kata yang tidak baik.

Ada kata-kata tertentu yang jika diucapkan terutama di suatu tempat yang dianggap suci, dianggap dapat mengotori, melemahkan, membawa kutukan, dan membawa sial. Untuk menggantikan kata yang tergolong dalam Imikotoba, beberapa ungkapan telah disepakati untuk dipakai dalam suatu kelompok atau komunitas tertentu.

Contohnya, pada ritual prosesi ajaran Shinto, ada istilah-istilah yang asalnya dari agama Budha dihindari, seperti Hotoke, istilah ini dipakai untuk menyebut almarhum saat prosesi pemakaman ala agama Budha. Selain itu, kata shi yang berarti kematian dan kata chi yang berarti darah juga dihindari. Istilah-istilah dalam agama Budha tersebut dihindari karena agama Budha biasanya berhubungan dengan upacara kematian. Sedangkan kuil Shinto, biasanya menyelengarakan ritual-ritual yang berbau kemakmuran dan kebahagian.

Ada juga ungkapan yang dihindari jika malam telah tiba. Misalnya untuk menyebutkan kata shio yang berarti garam. Untuk menggantikannya ada istilah tersendiri yaitu nami no hana yang berarti bunga ombak. Istilah pengganti tersebut dipergunakan karena kata shio pengucapannya hampir mirip dengan kata shi yang berarti kematian.

Seperti halnya shio, yang bagi orang Jepang dianggap sebagai angka sial, angka 9 juga demikian. Angka 9 bunyinya sama dengan ku singkatan dari kurushii (arti: penderitaan). Kedua angka tersebut disebut Imikazu.Jika Imikotoba adalah penggunaan kata-kata yang sebaiknya dihindari, maka Imikazu adalah penggunaan angka-angka yang sebaiknya dihindari. Oleh sebab itu, hotel atau rumah sakit tidak memiliki kamar nomer empat dan sembilan.

Salah satu jenis lain dari Imikotoba, adalah yamakotoba, yaitu jenis Imikotoba di kalangan para pemburu. Kata-kata yang termasuk yamakotoba kebanyakan mengacu pada binatang. Misalnya kata seta untuk menggantikan kata yang berarti anjing, wakka untuk kata yang berarti udara dan hedari untuk kata yang berarti darah. Kata-kata tersebut merupakan kata-kata serapan dari bahasa suku Ainu, yang dianggap sebagai suku asli orang Jepang, banyak berdiam di pulau paling utara, Pulau Hokkaido

Contoh lain dari Imikotoba yang pamali diucapkan pada saat memberikan sambutan di resepsi pernikahan, adalah kata-kata kaeru (arti: pulang) dan modoru (arti: kembali). Kata-kata tersebut dihindari pemakaiannya, karena dianggap bisa mempengaruhi pengantin perempuan untuk kembali pulang ke rumah orang tuanya. Selain itu, kata Wakareru (arti: berpisah), owaru (arti: berakhir), hanareru (arti: berjauhan), kiru (arti: memotong) juga dihindari, karena dikhawatirkan bisa mempegaruhi keretakan dalam kehidupan rumah tangga kelak.

Berikut ini kata-kata tidak boleh diucapkan pada saat upacara penerimaan murid baru atau di kalangan orang-orang yang bergerak dalam bidang pendidikan. Kata ochiru (arti: jatuh), dianggap pamali, karena dianggap bisa mempengaruhi mental seorang pelajar yang sedang menghadapi ujian masuk sekolah atau universitas. Karena kata ‘jatuh’ merefleksikan suatu kegagalan.

Tersadar, begitu kuatnya bobot sebuah kata. Kalau kita gali, mungkin kita akan dapat temukan hal-hal serupa yang ada di sekitar kehidupan kita. Tujuan pemakaian kata-kata yang berbau positif, dimaksudkan supaya efek positif menyebar ke sekeliling hidup kita.

 

Tulisan ini kemarin diposting di Kompasiana. hari ini cuaca ga seberapa panas, cenderung dingin pas bagun tidur, mungkin efek dari taifu beberapa hari yg lalu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s