“Tetangga saya bernama H”

Hasil wawancara: AS (mahasiswa Jepang) pada H (teman Indonesia)

     Saya telah berkenalan dengan Ibu HH. Ibu H mengajar bahasa Jepang di Universitas Negeri Semarang waktu berada di Indonesia. Tetapi, selama di Jepang, dia adalah seorang mahasiswa berkuliah di Universitas Nagoya. Kebutulan, Ibu H tinggal di Meito-ku sama dengan saya. Saat saya tahu informasi tersebut, saya membayangkan ingin mengundang Ibu H ke rumah saya. Sebenarnya, saya mau antar Ibu H ke tempat wisata di Nagoya dengan teman saya, tapi ternyata Ibu H sudah pernah pergi ke hampir semua tempat wisata. Misalnya, Pelabuhan Nagoya, Kebun binatang Higasiyama, Benteng Nagoya, Kuil Atsuta, Museum Tokugawa, Osu kannon dll. Nah, saya menyerah!

Ibu H sudah pandai berbicara dalam bahasa Jepang. Jika saya mengundangnya, saya tidak merasa kuatir. Keluarga saya tidak bisa memakai bahasa asing sama sekali. Tapi berkat bahasa Jepang yang sudah lancar, kita bisa berkomunikasi. Saya pikir kesempatan ini adalah kesempatan yang sangat bagus bukan hanya bagi keluarga saya dan juga bagi Ibu H.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s