Gallery

Tokoname, Kota Seribu Kucing

1373120041292140898

Memasuki awal musim panas, bulan Juni yang lalu, bersama dengan keluarga teman, berjalan menyusuri kota kuno Tokoname penghasil gerabah. Tokoname berposisi di Semenanjung Chita, dari Nagoya kearah selatan menuju Centoria Bandara Internasional Nagoya.

Tokoname ini kota kecil penghasil gerabah sejak jaman Heian, akhir abad 16. Kotanya tenang, dan seperti pada umunya karakter Jepang yang terkesan diam dan tenang dari luar, tapi jika kita sudah melebur di dalammya akan terasa kedinamisannya. Foto berikut menggambarkan begitu keluar stasiun kereta Tokoname menuju lokasi “Desa Gerabah”

1373120795800443286

1373120542188503283

Menikmati suasana kota kuno lengkap dengan cerobong asap pembakar gerabah, dan berpadu dengan kemodernitasan adalah salah satu yang ditawarkan oleh wisata ini. Begitu masuk area wisata, dengan bantuan peta wisata yang bisa didapatkan mudahnya, tempat pertama yang terlihat adalah patung 七福神 Shichifukujin Patung Tujuh Dewa, sesuai dengan versi keyakinan Shinto.

13731220541863481747

 

1373120859609261501

Di seberangnya ada tembok besar yang setiap satu meternya ada patung-patung kecil kucing dengan memuat berbagai pesan. Misalnya patung 3 kucing di balik pintu rumah sedang mengantar sang Ayah kucing berangkat kerja dan kucing yang lagi momong 3 anaknya, memberikan pesan keluarga besar dan keluarga bahagia. Bisa juga pesan ini untuk mendongkrak angka kelahiran di Jepang yang menyebabkan piramida penduduknya berbalik dengan Indonesia.

 

1373120931175396388913731209641420016338

 

Kemudian mulailah petualangan disambut oleh tanda ini lengkap dengan keterangan, mau pakai A course (4,5 km) atau B course (8 km). Sepanjang jalan, mata tersajikan suasana desa yang kental, masih asli dan terpelihara dengan baik. Kita seolah-olah kesedot cerobong tuk muncul kembali pada jaman rumah itu dibikin,..hehehe,..asyik sekali. Rumah-rumah itu sekarang beralih fungsi sebagai toko makanan, tempat pelepas lelah, etalase kerajinan gerabah, tempat praktek bikin kerajinan gerabah dll. Kondisinya juga masih layak huni.

13731213361083277333

1373121557789876750

 

Sekarang ini Tokoname juga dikenal sebagai penghasil 招き猫 Maneki Neko Patung Kucing Pengundang Rejeki, sehingga di tempat yang paling tinggi dari desa ini dibikinkan maneki neko raksasa. Maneki Neko ini memegang peranan penting dalam perdagangan di Negara Jepang ini. Bisa dibayangkan dengan meletakan patung ini di depan toko yang besar kecilnya sangat bervariasi, mereka meyakini bahwa usaha mereka akan berhasil dengan baik. Dan sugesti inilah yang membawa andil keberhasilan perekonomian Jepang dalam skup yang terkecil dari sistem perekonomiannya.

Tokoname juga dikenal sebagai penghasil cawan, piring-piring kecil dan peralatan untuk 茶の湯 cha no yu upacara minum teh lainnya. Harganya bisa mencapai jutaan rupiah per pieces-nya. Dan mereka akan berbangga hati untuk mengkoleksinya. Karena dalam upacara minum teh itu ada tahapan untuk saling menghormat dengan cara memuji peralatan yang dipakai waktu menghidangkannya. Dan mereka menikmati ritual upacara minum teh ini melalui pahitnya teh 抹茶mattcha dan manisnya kue basah tradisional 和菓子 wagashi.

Sepanjang perjalanan ada lorong-lorong yang dindingnya sana sini terbuat dari guci-guci yang ditempelkan dengan teratur. Mungkin dulunya itu barang produksi yang reject, daripada dibuang, dengan kesepakatan seluruh desa, ditempelkan didinding pembatas antar gang. Dan karena kontur tanahnya naik turun, menambah nilai keartistikan dinding-dinding berguci tersebut. Cantik sekali, dan suasana keromatisannya sangat terasa.

137312369539309311613731237391223757659

Sepulang dari Tokoname, perjalanan menuju kembali ke Nagoya,…anganku melayang pada kota Plered, Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi jaman SMP,….sekitar 30 tahun lalu. Jadi pengen pergi juga ke Plered sekali waktu. Kota Tokoname ini sudah sejak 100 tahun lalu memutuskan untuk menatanya sebagai kota wisata. Dan memiliki karakter yang kuat, sebagaimana kota Seribu Kucing yang dikenal seluruh Jepang. Sebetulnya mereka tidak sekaya ide yang kita miliki sebagai negara yang kaya akan keberagaman. Tapi mereka hanya pandai memanfaatkan yang ada, karena sadar akan kekurangannya.

Diposting, Sabtu malam 20130706
Sempat “nangis digoda ama 2 orang itu”,….hehehe merek ternyata sayang banget ama aku ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s