Memaknai “Gambatte”

“Arti gambatte itu apa sih?”… “Dalam percakapan Bahasa Jepang, dipakai untuk mengungkapkan apa sih?” Tidak cuman seorang dua orang yang bertanya seperti ini. Baru nggeh…ternyata kata ini dipakai dalam sebuah iklan. Kalau cuman membuka kamus sih akan muncul juga arti kamusnya. Tapi kan kita mau pecahkan rasa penasaran kita, kenapa intensitas orang Jepang pakai kata gambatte itu sering sekali.

Kata “GAMBATTE” dari 頑張る GANBARU, karena [N] bertemu [B], lafalnya berubah GAMBARU. Karena sering dipakai sebagai kata seru, dan bernada meminta, memohon atau memberi perintah pada lawan bicaranya, maka berubah bentuk menjadi GANBATTE, dan dilafalkan GAMBATTE.

Dalam keseharian orang Jepang, tidak terbatas pada besar kecilnya kejadian atau peristiwa yang akan dilakukan orang lain, gambaru ini diucapkan. Jadi, jika menurut pembicara, lawannya akan melakukan yang pembicara belum tentu bisa melakukannya, kata gambaru itu dipakai untuk memberi semangat pada lawan bicaranya. Karena titik tolak alam pikir manusia Jepang dan Indonesia berbeda banget, tuk memaknai gambaru ini tidaklah mudah.

Mengapa 「がんばる」”GAMBARU” tidak ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia? Beberapa contoh kalimat di bawah ini, mungkin bisa membantu dalam memahaminya.

①「来年まで頑張っていきたいと思います」”Rainen made ganbatte ikitai to omimasu”. Arti: Aku akan berusaha supaya tujuanku tercapai sampai setahun kedepan (kalimat pernyataan)

②「頑張ってね」”Ganbatte ne”.  Arti: Jangan menyerah ya/ Tetap semangat (kalimat langsung)

③「頑張らなくてもいいでよ」”Ganbaranakutemo ii desu yo”. Arti: Gak perlu memaksakan diri (kalimat langsung)

Beberapa contoh kalimat di atas, jika di terjemahkan dalam Bahasa Indonesia yang alami, kata 「がんばる」”GANBARU” banyak sekali maknanya, Kasus ini sama dengan kata “MAKLUM” dan “IKHLAS”. Kedua kata ini mewakili kata-kata yang lain yang tidak miliki padanan kata yang pas, jika diterjemahkan dalam Bahasa Jepang. Jadi, jika ingin bisa diterjemahkan dalam bahasa Jepang alami, harus memakai kata lain untuk memperkuat makna katanya.

Pada kasus GANBARU, Kenapa bisa begitu ya. Kenapa kosa kata ini menjadi bagian dari yang tak terpisahkan dengan orang Jepang? Apakah karena ada beberapa gelintir orang Indonesia yang ganbaranaku temo” tidak perlu berupaya masih bisa hidup? Beda dengan orang Jepang yang harus “ganbaru”harus kerja keras kalau ingin tetap hidup?

Pada kasus “MAKLUM” dan “IKHLAS”, tetap aja ada sih ada orang yang mengharapkan peMAKLUMan dari lawannya, walau sudah merasa bersalah sekali pun. Atau pun ‘dipaksa’ oleh suatu pandangan sosial masyarakat untuk memberi maaf secara IKHLAS, walau pun dalam hatinya tetep susah mengiklaskannya. Dan di Jepang tidak akan bisa dicari padanannya karena “IKHLAS” itu menyangkut keberadaan adanya percaya akan adanya Tuhan, kebanyakan orang Jepang bukanlah demikian. Dan “MAKLUM” menyangkut bahwa manusia itu adalah mahkluk Tuhan yang penuh khilaf dan alpa, sekali lagi berhubungan dengan percaya akan adanya Tuhan pencipta semesta.

Sama juga dengan GAMBATTE, karena tidak mencampur adukan urusan manusia dengan Tuhan, bagi orang Jepang, jika di beri semangat dengan kata GAMBATTE… !!!, sebetulnya merupakan beban tersendiri. Karena dalam Bahasa Jepang tidak akan tertemukan ungkapan “Kalau Tuhan mengijinkan,…..

Diposting minggu pagi 20130707,…pas hari Tanabata,…
sayang belum sempat tuangkan tentang Tanabata…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s