Pesumo Asal Mesir Tebar Pesona Islam di Negeri Sakura Menjelang Ramadhan

1373085744368646900

Dalam seminggu ini sudah dua kali aku ditanya, ラマダンっていつから?”Ramadan’tte itsu kara?”“Kapan Ramadan akan dimulai?” Kesambet setan apa kali ini orang-orang Jepang ya…, pikirku. Dalam waktu yang hampir bersamaan aku ditanyai tentang Islam. Awalnya aku gak dong, masalahnya, bertahun-tahun hidup di sini gak biasanya mereka bertanya-tanya tentang Islam, apalagi tentang puasa. Karena memang agama Islam dalam pandangan mereka, agama yang ribet, gak praktis, suka kekerasan, dan yang lebih parah lagi, terkenal akan citranya yang buruk, yaitu jihad dan terorisnya. Padahal jika mereka sudah “jatuh cinta” dalam arti, mengetahui tentang Islam, dan menyatakan dirinya masuk Islam,…waah luar biasa. Karena karakter patuh dan loyal yang mereka miliki ini, jika menjadi muallaf akan menjadi penganut Islam yang berkualitas. Tapi ini juga tergantung dari pasangannya. Beberapa teman terbukti baik dalam membimbing pasangannya, aktif dalam kegiatan keislaman dan bahkan mereka juga sudah pergi menunaikan haji.

Kenapa mereka bertanya soal ラマダンRamadan (ditulis pake huruf katakana)? Dan bisa jadi prediksiku tidak lama kosa kata ini akan lebih meluas dikalangan orang Jepang, khususnya pecinta Sumo yang tadinya sama sekali tidak mengenal kata yang behubungan dengan Islam, kecuali kata Jihad yang bekonotasi jelek. Kata jihad muncul pada saat mereka membahas tentang bom bunuh diri dan teroris.

Kalau sudah ada berita tentang kerusuhan dari negara-negara yang mayoritas Islam dan berita tentang teroris, kita-kita ini yang ada di sini, apalagi yang berhijab, pastilah terkena imbasnya, karena kelihatan menyolok. Dan kebetulan aku sedikit banyak bisa merasakan rasa bahasa mereka. Kalau sudah begitu hanya mengelus dada, bersabar dan berniat mengubah kearah citra yang lebih baik dengan cara menunjukan perilaku yang lebih elegan. Dan terus terang perlu trik-trik khusus menghadapi “pandangan miring” dari orang-orang yang mengakui secara terus terang bahwa, dalam hidup ini tidak perlu memeluk agama dan keyakinan tertentu.

Tetapi akhir-akhir ini dua berita tentang Mesir lagi menghangat, yakni tentang perebutan kekuasaan presiden lengkap beserta kerusuhannya. Berita itu bersaing dengan berita Pegulat Sumo asal dari Mesir menghiasai layar kaca TV. Itulah dunia, di mana pun ada sisi gelap dan terang-nya yang muncul secara bersamaan, membuat dunia ini terasa lebih berwarna.

Berita pegulat sumo asal Mesir itu mejadi penyejuk hati kala melihat kerusuhan berita di TV Jepang bagi orang-orang Mesir pada khususnya. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, pesumo asal dari luar Jepang meningkat. Mereka dari berbagai negara, diantaranya Bulgaria, Kazastan, Brazil, China, Mongolia, Hawaii, Hungaria, Dan kali ini pesumo asal Mesir, penganut Islam pertama yang masuk dunia per-sumo-an.

Sejak memutuskan masuk dunia sumo, namanya berubah menjadi 大砂嵐Osunaarashi , kalau diterjemahkan, namanya sangar banget artinya, yaitu Badai Pasir yang Agung. Sesuai dengan badannya yang tinggi besar, pesumo Osunaarashi memulai debutnya masuk dalam percaturan Sumo Jepang, pada pertandingan nasional periode musim panas di Nagoya. Pernyataannya pada saat pertandingan dia tetap menjalankan ibadah puasa ini, sangat menghebohkan masyarakat Jepang. Karena dia kekeh untuk tetep berpuasa yang bagi orang Jepang ga masuk akal sama sekali. Dan dia berjanji berusaha sekuat tenaga akan memenangkan pertandingan itu.

Dalam keseharian hidup di Nagoya, aku sering “tertimpa”pertanyaan-pertanyaan seperti berikut. “Tuti san gak makan babi ya,…apa karena kendaraan Tuhan, jadi gak boleh dimakan?”….“Juga gak minum alkohol ya,…padahal kalau bagi kami, semua yang berhubungan dengan osake itu bagian yang penting untuk ritual menghormati Dewa Penguasa Alam”… “Katanya juga ga boleh makan daging yang tidak dipotong secara khusus ya?”…. “Aku dengar dalam sehari, harus sembahyang lima kali ya, kan bisa mengganggu konsentrasi kerja?”….“Nee…Tuti san, puasa itu gak makan, gak minum selama 30 hari ya…apa kesehatan gak terganggu?”

Hehehe…kalau udah dengar pertanyaan-pertanyaan seperti itu, rasa syukurku bertambah. Karena disamping aku bisa memberikan info untuk menambahi pengetahuan keIslaman untuk mereka, sebatas pengetahuan agamaku yang juga tidak bagus. Alasan lain aku juga bisa lebih mengasah kemampuan cakap dalam Bahasa Jepang yang masih juga belepotan.

Menghadapi pertanyaan-pertanyaan seperti itu, biasanya aku berusaha menjelaskan dengan singkat dan mudah dipahami mereka yang rata-rata tak mengenal konsep agama. Aku coba terangkan bahwa daging babi kalau mengolahnya tidak tepat, akan tidak baik bagi kesehatan dan kenapa tidak bisa sembarangan makan sapi dan ayam (daging kambing tidak ada dalam menu makanan tradisional Jepang), karena waktu menyembelihnya harus diawali dengan doa. Menyembelih sambil mengucapkan doa, bertujuan supaya tetap tersadar bahwa binatang yang kita potong harus bisa dipastikan leher terpotong, dengan begitu darahnya tidak balik ke jantung. Dengan kata lain doa itu sebagai media pengingat kesadaran kita. Begitu juga alkohol, kalau kita minum dan hilang kesadaran akan ada kemungkinan mencerca diri dan orang lain, dengan menghindari alkohol, berarti kita juga menghindari fitnah. Begitu juga sembahyang, bukannya akan menggangu konsentrasi kerja, tapi malah sebaliknya, hanya dengan meluangkan waktu 5~10 ditengah-tengah kerja. kita bisa merefresh konsentrasi. Dan inti dari semuanya adalah untuk lebih membersihkan hati dan jiwa kita.

Demikian juga waktu berpuasa, karena kita menahan keinginan dengan cara bersabar, kita bisa miliki kesucian hati. Cara melatihnya kesabaran dengan melakukan ibadah puasa. Kalau menjelaskan hal ini, mereka lebih mudah memahaminya karena mereka memiliki pengetahuan tentang ajaran Budha, yang bercampur dengan ajaran Shinto, dan dipraktekkan dalam kesehariannya. Beberapa teman lain menjelaskan bahwa tujuan puasa itu untuk merasakan jadi orang yang tidak bisa makan. Penjelasan seperti ini menurutku kurang mengena, karena walaupun di beberapa kota besar, ada homeless, tetapi taraf hidup mereka termasuk merata kesejahteraannya. Pertandingan sumo ini sebetulnya peninggalan ajaran Shinto yang dipelihara sejak tahun 712, semuanya tertulis dalam buku Kojiki. Terlihat dari hiasan-hiasan di 土俵 douhyo (tempat bertanding yang terbuat dari pasir yang dipadatkan), dan kostum pesumo berupa celemek sebelum pertandingan.

1373086389567110512

Pertandingan nasional Sumo di Jepang dibagi menjadi 4 kali, sesuai dengan musimnya. Lha kebetulan aku tinggal di daerah Nagoya, pertandingan musim panas ini diselenggarakan di Nagoya. Dan kebetulan banget bertepatan dengan bulan Puasa. Semoga jawabanku dari pertanyaan-pertanyaan yang biasa terlontar dan nyangkut dikupingku, bisa menjadi pancingan bagi mereka untuk mencoba mencari tahu bagaimana indahnya Islam itu. Dan aku merasa tertantang untuk bisa mengolah setiap pertanyaan dengan sebuah jawaban yang bisa dinalar oleh alam pikir mereka. Karena mereka biasa berpikir secara empiris, semuanya harus bisa terlihat, teraba, terdengar dan terbaui. Lha..padahal agama khan tak terlogika. Terselip dalam hatiku, harapan yang tidak muluk muluk, semoga hatinya bisa tergelitik oleh rasa penasaran untuk lebih memahami Islam, tidak hanya sekedar manggut-manggut.

13730864591532417131

*Ilustrasi dan foto , diunduh dari http://www.sumo.or.jp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s