Si Keroppi Vs Si Ngorek

Kalau bicara tentang kodok, rasanya pas saat ini. bulan Juni adalah masanya musim hujan di negaranya Doraemon ini. Musim hujannya cuman sebulan, disebut 梅雨 tsuyu. Maksudnya, turun hujan dengan debit airnya yang banyak. Tapi sebetulnya Jepang dengan 4 musim ini turun hujan sepanjang tahun tak kenal musim. Dalam satu bulannya, bisa dipastikan turun hujan beberapa kali. Tapi ya gitu,…nreciiihhh (rintik-rintik halus, dan brentinya lama), orang Jawa bilang.

Sehubungan dengan hujan ini, “Tahu si Kero Keroppi?” Yaaa,..tokoh si kodok yang menggemaskan. Dia kodok yang lahir di Jepang, mangkanya punya nama seperti itu, sesuai dengan bunyi yang didengar oleh kuping orang Jepang. Mungkin kalau lahirnya di Indonesia, akan punya banyak nama sesuai bahasa daerah masing-masing kali ya,…ada “si Ngorek”, atau “si Theot thek Blung” atau yang lain ,…sasuga Indonesia Tanah Airku punya keberagaman. *bangga banget jadi orang Indonesia.

Tulisan ini ada, gara-gara kemarin bertemu dengan seorang teman Jepang (bahasa Indonesianya fasih banget), cerita kalau udah baca tulisanku tentang peribahasa yang berkaitan dengan “ke-malu-an” (baca: tentang nilai rasa malu, bukan tentang kemaluan, lho) ***. Beliau nyeletuk,…kodok Indonesia dan kodok Jepang, sama gak ya…Dapatkan celetukan kayak gini sontak aja rasa penasaran Parastuti kambuh.

Di bahasa Jepang ada peribahasa 井戸の中の蛙 Ido no naka no kawase, katak dalam sumur (katak yang hidupnya dalam sumur).  Sedangkan dalam Bahasa Indonesia, katak dalam tempurung (katak yang terperangkap dalam batok kelapa).

Secara garis besar, bisa kita ambil arti perbedaannya dari sisi berikut. Si kodok Keroppi ini, memang memilih hidupnya, dengan nyemplung ke dalam sumur. Lha, si kodok Ngorek ini memang terperangkap dalam tempurung. Maksudnya, jika si Kodok Keroppi ini tidak mau lihat dunia di luar kebiasaan sehariannya, dia akan kuper. Tapi si Kodok Ngorek ini, memang terperangkap, jadi kalau gak mau berusaha keluar dari batok perangkapnya, selamanya dia tidak bisa keluar dari dunia ketidak tahuannya.

Kalau diperhatikan memang, sama-sama mengandung unsur ‘keluar’ dari dunianya yang sempit. Tapi, si Kodok Keroppi ini memang sengaja ‘memilih’ dunianya yang sebesar sumur. Dan si Kodok Ngorek ini ‘terperangkap’ dalam dunia yang hanya sebesar batok kelapa, itu bedanya.

Setelah beberapa tahun mengamati, memang di Jepang jarang di jumpai hal-hal yang merupakan perangkap dalam kehidupan sehari-hari. Semuanya serba smooth. Jika ada yang dicurigai sedikit saja, sudah tersebar dari mulut-ke mulut (jaman sekarang tentunya dari mail-ke mail). Jadi memang disini nilai plus sebagai orang asing sangat terasa. Jepang, tergolong aman, bahkan aman sekali jika dibandingkan dengan Negara kita.

Tetapi bagi mereka (orang Jepang) yang merasa punya masalah bergaul dengan komunitasnya, tak jarang, 引き梱hikikomori, menjadi pilihannya. Ya,..mereka akan ngumpet berminggu-minggu, bahkan bertahun-tahun. Menyendiri, tidak keluar rumah, tidak bertemu dengan orang lain selain anggota keluarganya. Ini menjadi masalah sosial tersendiri bagi masyarakat Jepang dewasa ini. *tentang hikikomori dan ijime ini kapan-kapan akan aku bahas tersendiri

Beda dengan Indonesia yang banyak banget perangkapnya, Gak usah jauh-jauh, begitu keluar rumah dikit aja, tanpa ngunci pintu pagar, misalnya, raiblah barang yang terlihat dari luar pagar.

Balik lagi ke diri kita, mau menjadikan lingkungan kita aman dan nyaman untuk hidup ataukah menjadikan kita kurang peka terhadap bahaya yang kecil sekali apa pun, karena tidak pernah merasakan secara langsung terkena dengan ketidak nyamanan hidup (kejahatan)

Sengaja aku tidak memasalahkan ‘kuper’ akibat beradaan kodok dalam suatu tempat. Karena arti dalam bahsa Indonesia dan bahasa Jepang, hampir mirip jika di tinjau dari sisi arti ini. Di antara si Kodok Keroppi dan Kodok Ngorek ini, miliki arti yang sama,  yakni,…jika ingin maju, keluarlah dari ‘dunia’ di mana hidup sekarang ini.

***silahkan buka: https://jembatanimpian.wordpress.com/2013/05/30/samatapi-ternyatabeda-juga/

Ini gambar si Keroppi produk sanrio

 Gambar,

Akaike, 33 derajat C, masih jam 09.00,….udah terasa puaannaass….bersiap pergi ngampus dan shiyakusho…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s