『う(u) ん(n) こ(ko)』 (baca: “si Kotoran”)

Gambar

Ruteku berangkat kampus hari ini agak berbeda dari biasanya. Biasanya dari Akaike eki (stasiun terdekat dari apartement) naik Kuru-rin basu (bis kota milik pemda kota Nisshin), lanjut pake Kereta Linimo. Hari ini janjian bertemu untuk diskusi dengan pak Okumura, pensiunan Karyawan Toyota, yang baru saja menyelesaikan S2 tahun lalu di Aichi Unif of Edu.

Begitu keluar dari mesin tiket menuju pintu keluar stasiun, ada toko buku kecil. Dan mataku terpaku pada 3 huruf hiragana (u) (n) (ko) yang tertulis pada sebuah buku cerita anak-anak. Penasaran banget aku dibuatnya. Ya…, karena tulisan itu berbunyi Unko (cara baca: Ungkok), yang berarti kotoran hasil pencernaan makluk hidup. Bahasa kasarnya, tahi. Bahasa Jawanya, telek, dlsb.

Aku coba buka halaman per halaman,…sederhana sekali ceritanya, dengan gambar yang menarik banget. Diceritakan seekor anjing membuang kotoran sembarangan. Dan si pembaca diajak untuk menjadi posisi si kotoran itu. Bagaimana perasaannya dicemooh sana-sini, karena bau. Bagaimana si kotoran itu menyelesaikan masalahnya. Dengan usahanya, akhirnya bisa sampai ke tempat pertanian dan si kotoran itu disambut oleh pak tani dengan hangat, dan akhirnya hidupnya sangat berarti bagi banyak orang, karena bisa menyuburkan tanah untuk tananam sayuran yang bisa menyehatkan tubuh. Semuanyanya tersaji secara apik dan mudah banget untuk dimengerti anak-anak.

Anak-anak (Jepang) bisa belajar juga tentang kebersihan dalam kasus yang beda. Maksudnya, sampai sekarang masih menjadi masalah banget kotoran-kotoran anjing yang tidak dibuang oleh tuannya waktu berjalan-jalan. Orang yang sadar akan hal itu, pasti dari rumah sudah menyiapkan tempat untuk membawa pulang kotoran anjing peliharaannya itu. Oleh sebab itu banyak terlihat pemandangan orang-orang berjalan sambil menuntun anjing dan membawa tas kecil. Biasanya juga dilengkapi dengan sekop kecil. Ternyata kebiasaan ini sangat menyenangkan bagi sebagian orang. Selain mengambil keuntungan dari lucunya dan rasa setia si anjing, bisa juga menjadi olah raga (jalan kaki rutin) yang baik.

Kembali menyoal buku cerita bergambar itu. Beberapa pesan moral bisa ditangkap dalam cerita itu. Yang pertama, bagaimana pun juga cemooh orang tentang diri, kalau kita punya PD yang bagus, akhirnya bisa berhasil. Pesan yang aku tangkap secara pribadi juga tak jauh beda, gak perlu muluk-muluk, sedikit saja cukup sesuaikan dengan kemampuan diri, asal dikerjakan dengan sepenuh hati, hasilnya bisa bernilai tinggi, bermanfaat bagi banyak orang.

2013 05 09, Akaike, suhu sudah mulai memanas 28 C, tp katanya besok turun menjadi 23 C,…*cuacayanganeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s