Gallery

Apakah benar gemar baca?

Apakah orang-orang Jepang gemar baca? kenapa mereka gemar baca? Rasa penasaran ini sering berkecambuk dalam kepalaku, tulisan ini hasil pengamatan kecilku hari ini. Salah satu alasan mengapa mereka gemar baca aku temukan lagi hari ini. Secara kebetulan hari ini aku berkondisi sama dengan mereka. Sama-sama keluar apartement saat hari masih gelap. Sama-sama sebagai pekerja full time. Dan sama-sama berada dalam kereta yang saling berhadapan tempat duduknya dalam waktu panjang.

Kalau kita perhatikan, mereka itu bisa aja lhoo saling mengenal, dengan begitu saling menyapa, lanjut ngobrol. Tetapi mereka bukan orang-orang yang bertempat tinggal di sekeliling Jakarta, dan  bekerja di Jakarta. Katanya, sangking seringnya bertemu karena jam dan lokasi kerja yang sama, sampai bisa bikin kegiatan arisan dalam kereta. *informasi dari seorang teman, penumpang langganan KRL Jabotabek

Mereka masuk kereta dengan diam, dan suasana yang aku rasakan semakin terkesan dingin, lebih dingin dari hawa dingin winter yang mencapai puncaknya. Separuhnya langsung menundukkan kepala menuntaskan mimpinya yang tertunda. Yang lain, memainkan gadget. Dan yang lainnya lagi membuka buku.

Apakah mereka bener-bener konsen ke bacaan yang dipegangnya? Tidak…mereka banyak tidurnya daripada bacanya. Kenapa mereka bisa mereka begitu?? Yaa…karena tidak pandai menyapa orang yang baru pertama kali dikenalnya adalah salah satu faktornya. Dan berbicara di tempat yang tidak semestinya tuk saling bercengkerama dan bersendau gurau, dianggap tidak beretika. Walau pemandangan itu akan sering terlihat, jika kita pas melewati tempat yang banyak lokasi sekolah/ kampus dan pas waktunya dengan bubaran sekolah.

Yang terpenting adalah kebiasaan memegang buku ini mereka terapkan sejak pertama duduk bangku seolah pada tahap terdini. Kegiatan pembacaan dongeng diadakan sebanyak mungkin. Jam-jam membaca, sebelum pelajaran dimulai dimasukan dalam jam pelajaran resmi pada masing-masing sekolah. Fasilitas perpustakaan waaahhh… bikin ngiler. Sosialisasi buku-buku baru selalu gencar. Hak copy right dari penulis terpenuhi dengan baik. Dengan begitu harga buku menjadi terjangkau banget, dikarenakan adanya perputaran dari pencipta, penerbit dan konsumen yang baik.

Oleh sebab itu, tidak salah mereka memakai buku yang memang lekat banget dengan kesehariannya untuk melarikan diri dari segala macam jenis keterbosanan, dibaca atau pun tidak bukan masalah. Yang penting, hidup dengan dikelilingi buku.

Alangkah baiknya jika Negara tercintaku juga memiliki hal yang sama, pasti akan lebih banyak lahir orang-orang yang berkualitas. Karena pada dasarnya sebuah buku adalah pemotivator terbesar tuk mendapatkan sebuah ide, karena hanya dengan lihat punggung buku pun sudah terinspirasi, tidak perlu memenuhi tuntutan tuk menuntaskannya.

Akaike, 05 Feb 2013, suhu di bawah nol derajat

One thought on “Apakah benar gemar baca?

  1. MS says:

    Gemar membaca memang perlu ditanamkan sejak kecil, sejak pra sekolah, dulu kalau jalan 2x dg anak istri selalu mampir belanja buku tempat favorit di Gramedia TP SBY pengunjung dibiarkan bebas baca sambil duduk atw tiduran nggak dilarang jadi anak 2x sng dan ada member card, mungkin suasana nyaman itu yg perlu kita ciptakan di rumah atau sekolah pra SD. Klu sudah senang pasti jd kebiasan/hobi, aku bersyukur di sby orangnya ramah, tiap hari kerja PP sby – gresik banyak teman bahkan copet jg jd teman, pernah gerombolan copet sambil senyum bilang MAS, SAMPEYAN TURU AE YO, WONG KU NYAMBUT GAWE, yok opo iki dg bhs isyarat aku hy bs ngingetin kn kr ku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s