Gallery

‘Kursi’ yang tidak ‘kurushii (=sengsara)’

Untuk yang kesekian kalinya aku masuk dalam komunitas sebagai orang yang ditinggikan, maksudnya sebagai pengajar. Kenapa aku pakai istilah ditinggikan, karena meraka sangat-sangat hormat sekali dengan yang namanya “guru”, 先生. Kali ini bukan ‘guru’nya yang ingin aku bicarakan. Tetapi aku ingin membicarakan kursi di mana mereka duduk selama mengikuti kursus Bahasa Indoensia.

Sampai saat ini masih juga aku bingung dengan perilaku mereka. Dalam sebuah kelompok besar atau pun kecil, mereka punya kencenderungan, sekali mereka mancep di kursi itu, sampai kursus itu selesai (bisanya 3~6 bulan) ya tidak berpindah. Jika ruangannya ganti formasi duduk pun tidak berpindah. Heran…. Cuman bisa geleng-geleng kepala.

Kenapa hal itu begitu pentingnya bagi aku? Ya…karena aku mengajar percakapan Bahasa Indonesia. Mereka pun juga harus bercakap-cakap, berkomunikasi dengan banyak orang kalau nantinya sudah tinggal di Indonesia. Dan mereka nantinya akan berinteraksi dengan berbagai bentuk macam orang. Tahu sendiri khan…orang-orang Indonesia yang tinggal di kota besar sangat beragam tingkah lakunya, karena unsur kedaerahan dan kesukuannya besar. Dan ini juga berpengaruh besar waktu berbahasa Indonesia. Orang yang makan sekolahan sekali pun, pengaruh atau interferensi dari bahasa daerah besar sekali. Dan tidak sedikit dari orang Jepang itu kesulitan lhooo… nangkap bahasa Indonesia, yang standart sekalipun.

Kembali menyoal tempat duduk itu. Kali ini kelasku bener-bener gede,..gak tanggung-tanggung 14 orang. Aku perhatikan pada tatap muka ke dua, kelas membentuk huruf U sesuai dengan request untuk kelas percakapan. Deretan kiri dari aku berdiri itu orang-orang jajaran penting dalam perusahaan itu. Dan didekat pintu keluar masuk adalah kebalikannya. Tempat duduk orang yang dipentingkan harus jauh dari pintu, supaya tidak terganggu.

Dalam budaya Jepang, ada 和室 washitsu ruangan tradisional ber-tatami. Di situ ada 床の間 tokonoma, tempat disalah satu didinding untuk meletakkan 生け花ikebana rangkaian bunga, 縦軸tatejiku hiasan kaligrafi dinding dll. Di depan tokonoma itu namanya 上座 kamiza tempat duduk untuk orang yang dipentingkan .

Sewaktu aku singgung pentingnya tempat duduk yang tiap kali tatap muka sebaiknya tidak sama, si orang yang paling penting nyeletuk, “wahh sensei,..seperti sulit, karena mereka akan 落ち着かいochitsukanai”. Ya…meraka akan 不安 fuan, tingkat ketidak nyamannya akan meningkat, jika bertemu dengan orang baru (maksudnya, orang yang tidak sama pada tatap muka yang sebelumnya). Apalagi hubungannya dengan atasan bawahan,

lha wong yang posisi sama, misal, para mahasiswa yang ada di univ, tidak punya hubungan atasan-bawahan pun, sama. Sekali bokong itu mancep, sampai satu semester tetap pada kursi yang sama. Siapa yang putuskan seperti itu?,…tidak ada,…jadi kalau dengan teman sesama ‘grup’ yang telah dibikin oleh ‘alam’ itu gak cocok, ya hanya bisa diam menahan perasaan. Soalnya mau pindah pun resikonya tidak kalah besar, takut kalau di tempat yang baru malah semakin parah (semakin ‘kurushii’).

Sebagai orang yang ditinggikan, apakah permintaanku dipenuhi oleh meraka atau malah sebaliknya mereka ga nyaman mengikuti proses belajar ini, ya kita lihat tatap muka selanjutnya. Sebelum pulang aku berpesan, mulai tatap muka berikutnya untuk berpindah-pindah. Tujuanku cuman, saat mereka latihan percakapan supaya lawannya berganti. Dengan begitu akan terbentuk lingkungan komunitas yang berganti pula. Dan yang paling penting, info yang didapat juga akan bertambah dan bertambah pula pengalaman belajarnya. Yaa… aku cuman memberikan informasi bahwa mereka adalah calon ekspatriat yang akan menjalin pertemanan dengan orang-orang Indonesia. Dengan satu tujuan, supaya tercapai interaksi yang saling menguntungkan. Karena satu dengan yang lain saling mempunyai pengaruh.

Akaike, 1 Feb 2013,…cuaca dingn menusuk tulang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s