Gallery

“Meminta Maaf” untuk merespon “Nilai Sebuah Maaf”

Ini adalah tulisan Anzu, mahasiswa salah satu Univ di Nagoya, Jurusan Studi Asia, Tahun ke 3, Mata Kuliah Mengarang  Bahasa Indonesia Tugas kali ini adalah memberikan komentar tentang essay yang berjudul: “Nilai Sebuah Maaf” (https://jembatanimpian.wordpress.com/2012/01/27/nilai-sebuah-maaf/).

Meminta Maaf

Suatu hari, di Jepang, tiba-tiba kereta berhenti. Dalam kereta kondisi seperti terowongan gelap. Kereta berhenti lebih dari 5 menit. Tapi, hebatnya mereka tidak panik. Penyebab berhentinya, karena pasokan listriknya terganggu. Setelah itu, kereta berjalan lagi dan sampai stasiun berikutnya. Petugas stasiun berdiri sepanjang peron dan menyapa penumpang yang turun dengan meminta maaf.

Meminta maaf adalah hal yang tidak mudah dilakukan oleh banyak orang. Juga bagi orang Jepang, karena itu, maka dalam melakukan pekerjaannya dilakukan dengan serius, dan diupayakan tidak membuat kesalahan.

Karena perbedaan antara yang percaya dan yang tidak percaya adanya Tuhan itu ada, hal ini sangat menarik. Kalau di Negara yang percaya Tuhan bekerja tanpa keseriusan yang tinggi pun tidak ada masalah. Karena ada pikiran bahwa Tuhan Maha Pengasih. Dan saat itu timbul kesalahan, pada akhirnya permintaan maafnya hanya kosong tak berisi. Mereka bekerja disertai niatan atas nama Tuhan.

Di Jepang ada banyak cara meminta maaf. Meminta maaf yang masalahnya tidak besar, orang Jepang mengucapkan  “Gomen”“Suman” atau“Waruine。”Mereka berkata itu sambil membungkukan badan. Meminta maaf yang masalahnya besar, mereka mengucapkan“Moushiwake gozaimasen”“Sumimasen deshita”atau“Fukaku owabi itashimasu。”Saat itu, mereka juga membungkukan badan sambil berdiri atau membungkukan badan sambil duduk di lantai. Sikap ini disebut“Dogeza”. Saya pikir “Dogeza”adalah cara meminta maaf yang ada di Jepang saja.

    Orang Jepang memakai“Dogeza”tidak hanya waktu meminta maaf saja, tapi juga pada waktu mengucapkan rasa terima kasih atau ketika menyambut tamu. Kalau anda menginap losmen tradisional (Ryokan) Jepang, saat masuk Ryokan itu pegawai ryokan akan melakukan hal ini. Dan mereka mengucapkan“Irasshaimase。”Saya pikir, kebiasaan ini juga ada di Jepang saja.

Laki-laki dan wanita, meminta maaf dengan cara yang berbeda. Meminta maaf yang masalahnya besar semua sama. Tapi yang masalahnya tidak besar, berbeda antara laki-laki dan wanita. Laki-laki mengucapkan“Warui”atau“Suman。”Wanita mengucapkan“Gomenne。”Mereka bersikap membungkukan badan atau juga mempertemukan kedua tangan bersama-sama di depan wajah.

Orang Jepang dalam hal mengungkapkan rasa bersalah dan sikap yang menyertainya berbeda. Hal tersebut berhubungan dengan tingkat kesalahannya. Hal itu sangat menarik bagi saya sebagai orang Jepang asli.

Terjemahan

 ある日、日本で突然電車が停まった。電車の中の状況は、真っ暗なトンネルの中のようだった。電車は5分以上停まっていた。しかし素晴らしいことに、彼らはパニックにならなかった。停まった原因は、電力供給の乱れであった。その後電車は再び動き、次の駅に到着した。駅員はみな線路沿いに立ち、乗客に向かって謝罪しながら頭を下げ挨拶した。

謝罪は誰しもが簡単に出来ることではない。日本人にとってもそうだ、そのため、仕事の中で厳粛に行われ、問題が起こらないようにする。

信仰する神がいるかいないかによっての違いによる、これはとても興味深いことだ。もし信仰する神がいる国なら、厳粛な態度なく働いても問題はない。愛の無限な神のもとに考えがあるためだ。さらにそこで問題が生じた時、最終的に中身のない謝罪を必要とする。彼らは神の名の意図と伴って働くのだ。

日本にはたくさんの謝罪の方法がある。大きくない問題に対する謝罪は、「ごめん。」「すまん。」「悪いね。」などと言う。彼らはそれをお辞儀しながら言う。大きな問題に対する謝罪は、「申し訳ございません。」「すみませんでした。」「深くお詫びいたします。」などと言う。その時も立ちながらお辞儀をするか、もしくは床に座ってお辞儀をする。この行動は「土下座」と言われる。「土下座」日本にしかない謝罪の方法だと思う。

日本人は「土下座」を謝罪する時だけでなく、お礼を言う時やお客さんを出迎える時にも行う。もしあなたが日本の伝統的な宿(旅館)に泊まれば、その旅館に入った時、旅館の従業員はそれを行うだろう。そして彼らは「いらっしゃいませ。」と言う。これも日本にしかないと思う。

男性と女性は謝罪の方法が違う。大きな問題に対する謝罪は同じだ。しかし、大きくない問題に対する謝罪は、男性と女性の間では違う。男性は「悪い。」「すまん。」と言い、女性は「ごめんね。」と言う。彼らはお辞儀をするか、もしくは顔の前で両手を合わせる。

日本人は障害を明らかにし、異なる態度をとる。上述のことを問題のレベルによって対応する。それは日本人としての私にとってとても興味深いことだ。

One thought on ““Meminta Maaf” untuk merespon “Nilai Sebuah Maaf”

  1. MS says:

    Krn perbedaan budaya di Indonesia pernyataan maaf juga beragam lho Tut, klu kelas berat hrs ditulis di koran/s. kabar nasional min 1/2 hal, kalau pas idul fitri hrs sujud trs akhirnya tangis 2x san, yg menarik di bentul wonokromo waktu aku bujang kalau pas hr raya idul fitri minta maaf sm alm. Bapak smb salaman hy bilang SEPURANE YO PAK iku thok, br sm alm. Ibuk aku dipeluk dielus kepala, punggung dan dicium pipi, aku nangis haru akan kasih tulus Ibuk yg sangat sederhana, dan sampai saat ini hanya 3 org yg bisa membuatku nangis krn rasa hatiku, alm Ibuk, alm Istri dam Anak gadisku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s