Gallery

Pernak-pernik wajib bawa (hasil evaluasi diri)

“Pernak-pernik wajib bawa”, info hasil evaluasi diri ini dikhususkan bagi orang yang mau berangkat dari negaranya doraemon.

Tuk masalah perut, baru nyadar, liat beberapa teman membawa rice cooker kecil. Ya.. pastinya lebih asyik daripada makan nasi biryani yang mawur dan berasa tak karu-karuan di lidah. Yang bikin lebih merasa sengsara lagi, gak ada sayuran,..jika ada pun hanya bahan dasar saja yang ada, jadi harus bikin sendiri, khan ya ribet kalau harus menyediakan peralatan masak segala.

Di penginapan Mekkah (jalan kaki, 10 menit dari Masjidil Haram) masih bagus lah, masih ada dispenser di lantai UG, walau yang ada dilantai 5 harus dengan sengaja turun ambil. Tapi yang di Medinah (jalan kaki, 15 menit dari Masjid Nabawi) gak ada sama sekali. Cuman dalam setiap lantainya ada lobby bersofa, sehingga bisa dipakai maem bareng dengan suami, beda dengan yang ada di Mekkah, kalau mau maem bingung, mau masuk kamar sendiri, gak mungkin, karena cewek semua, ujung-ujungnya masuk kamar suami dengan sedikit buang perasaan, apalagi saat suami terserang demam.

Tiap tahun gak sama, kondisional banget. Kalau memang dipastikan tak ada catering, sebaiknya bawa beberapa makanan instant dari nihon. Misal, bubur, misosiru, furikage dll. Mie instant made in Indonesia, banyak di jual di toko/ warung dekat penginapan.

Selanjutnya masalah yang berhubungan dengan kesehatan badan. Flu onta (begitu,,, kami menyebutnya) ini kuat banget, dan vaksinasi dari Jepang ini ga ada artinya. Tapi, setelah nyampe Nagoya, konformasi dengan dokter tempat vaksin flu sebelum berangkat tempo hari, katanya flu yang didapat di Arab, ini ga senada dengan vaksin flu dari nihon ini, jadi ya shou ga nai laahh. Tidak ada jeleknya juga bawa Obat flu dari Indonesia, ga bisa menyembuhkan sih, setidaknya bisa bikin tidur, jadi mungkin bisa juga menghambat datangnya flu onta ini, walau tidak bisa menyembuhkan secara tuntas.
Vaksin meninginitis wajib, tapi vaksin flu tidak wajib, tapi sebaiknya vaksin aja, walau udah dapat vaksin ya kena juga, mungkin sangking banyaknya jenis virus yang terbang yak,…tetep aja flu onta tak bisa dikalahkan. Selama di masjid pun batuk saling bersahutan sampai pulang ke Tokyo dengan penerbangan Turkys airlines pun yang membawa penumpang umum ini pun ketakutan dengan suara batuk kami, sampai seminggu pun hidup kembali di Nihon masih juga tersisa (hehehhe,…”pun” nya banyak ya).

Kalau biasa pakai obat gosok, tuk pegal-pegal ya bawa aja, siapa tahu dibutuhkan. Tissue, masker, panty liner dan tensoplast (bawa yang buanyak, dijamin ga sia-sia). Peralatan mandi yang biasa dipake sehari-hari aja yang dibawa, gak perlu waza-waza cari yang no perfumed atau yang non additif. Setiap mandi pasti kayaknya wajib tuk cuci rambut, luengket rasanya karena keringat. Peralatan cuci baju plus asesorisnya (gantungan, tali, jepitan dll, dll, ember bisa dibeli rame-rame disana). Charger dan kabel2 HP dan camera, jangan sampai tertinggal. Gomen, yang paragraf ini pembahasannya ngalor dan ngidul,..:)

Mungkin karena kelembaban berkurang dan rawan iritasi, kakiku ini akhirnya melepuh juga. Selain baby oil yang sempat aku bawa, Skin care vaselin yang aku beli di warung-warung dan supermarket di Mekkah ini sangat-sangat berguna. Skin care nivea aku juga bawa dari Nagoya. Dan aku selalu menyempatkan diri, sebelum tidur aku lumuri pake pelembab, sembari mijit-mijit seluruh tangan kaki dan tangan. Aku sih lebih suka cara ini dari pada ditempel koyo ataupun dilumuri obat gosok tuk melawan pegal-pegal sekaligus menanggulangi kelembaban yang berkurang ini.

Tuk baju, sebaiknya bawa daster berbahan adem atau baju longgar yang tidak nerawang bahanmya, yang lengan panjang, dan semata kaki. Yang penting harus nyaman. Jumlahnya secukupnya saja. Tuk mukena, kalau baju dan kaos kaki di rasa sudah cukup untuk bisa dipake sholat, bawahan mukena, gak perlu di bawa. Bawa mukena yang betul-betul nyaman, karena akan sering dipakai. Bahannya jangan yang parisit licin dan mengembang kalau dipake, kalau berbordir, gak perlu yang rucek, jadi bisa berat dipakainya. Pokoknya yang nyaman, dan yang jelas fashion dinomerduakan. Oh ya,..karena kegiatan yang padet banget, terkadang lupa berhari-hari gak pakai bedak apalagi lipstik. Tapi jangan lupakan pake sun block, karena sinar mataharinya kuat banget.

Bawa handuk kecil-kecil aja, basah, atau tertinggal masih ada cadangannya (3-4 bij). Oh ya,..berhubung aku udah gak terikat dengan menstrusasi, sebaiknya teman-teman yang mau berangkat ini mencari info sehubungan dengan pil tunda haid.

Isi tas yang selalu aku bawa ke masjid ini berisi barang-barang paten yang sesuai dengan kebutuhanku. Sajadah tipis yang gak licin dan kantong sepatu, mutlak diperlukan (terutama saat di Mekkah). Dapatkan souvenir dari maskapai penerbangan Turki sih, tapi gampang rusak, beli aja yang kuat, sebab pemakaian kan terus menerus. Kaca mata sun-glasses ini bisa ngurangi teriknya matahari dari pandangan mata, yang kadang bisa bikin cenut-cenut kepala. Topi gardening khas Jepang, yang biasa dipake para petani ini, ternyata aku rasakan kepraktisannya daripada tangan yang satunya masih harus membawa payung. Tissue + masker. Tasbih (setelah temukan yang bisa diserut jadi lebih praktis, karena ga perlu dilepas). Buku doa dan AlQuran ukuran kecil. Uang secukupnya (ga perlu bawa dompet), notes dan fulpen. Spray isi zamzam. Botol mineral kecil. Permen tenggorokan, Kurma (terutama yang kemasan sendiri-sendiri), Tas kresek kecil.

Oh ya, waktu di Mina, sarung suami yang terbawa dalam tas ranselku ini (koper gede, ditinggal di hotel Mekkah), ternyata berguna banget, karena, dapatkan tempat yang langsung kena hawa dingin AC, lumayan tuk melindungi dingin. Sebetulnya sarung suami ini sedianya tuk siap-siap kalau KM ga penuhi syarat, direkayasa sebagai dinding KM, tapi ternyata KM gak ada masalah, walaupun harus antri.

Selain koper, tas cabin (ransel atau tas tanggung) dan tas bahu (dari travel). Sebaiknya peralatan mandi dan satu stel baju + pedalamannya + handuk tidak dijadikan satu dalam koper atau tas cabin, karena bayak kemungkinan kita terpisah dengan tas isi baju ganti dikarenakan kendaraan, jadi harus antisipasi sendiri.

 

2 thoughts on “Pernak-pernik wajib bawa (hasil evaluasi diri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s