Gallery

Haji mabrur…??

Haji mabrur…??  Terus terang, sampai sekarang pun aku gak bisa tangkap dengan baik maksud istilah itu. Mungkin perlu kamus khusus tuk bisa mengartikan kata itu. Sudah seminggu aku menginjakkan kembali ke dunia realita pun, kaki ini terasa masih di tanah Mekkah. Berbeda dengan Madinah kota yang fashionable, cantik, lebih bersih dan penduduknya lebih terbuka. Bagaimana pun juga kerinduan dan angan-angan masih terpaku pada Mekkah yang sangat beridentitas karena adanya Ka’bah ini.

Ada niatan, sebelum kembali ke dunia yang betul-betul menyita kesibukanku sebagai seorang mahasiswa yang harus meneruskan penelitiannya dan segala tetek bengek kewajiban yang harus segera dipertanggung jawabakan. Yakni, aku berniat akan menulis semaksimal mungkin tuk berbagi info tetang rumah Tuhan ini. Walau sudah ada yang berkali-kali pergi ke sana, aku tetap merasa yakin, tiap orang akan berbeda persepsi dan berbeda akan rasa yang ada didalam hati ini. Yang aneh lagi, orang kayak kami-kami ini khan udah terbiasa jauh dari tanah air, tapi kok ya tetep aja, seperti ada sesuatu yang istimewa dari kota Mekkah ini, padahal kalau di pikir khan ya sama-sama negara asing bagi kami, tidak beda dengan Nagoya, misalnya.

Sebutan ‘Haji’ atau ‘Hajjah’, sama waktu aku selesaikan tahap pendidikan dalam hidupku, rasanya gak ada yang berbeda dengan kemarin-kemarin waktu gelar itu belum nancap di depan atau di belakang namaku. Yang membedakan hanyalah, saat sekarang sudah bisa cerita tentang pengalaman pada waktu itu, karena langsung menjalaninya sendiri, itu saja, tidak ada yang lebih.

Dulu sempat terpikir, apa kalau sudah di-label-i haji mabrur itu, tanganya bisa menjadi banyak, sehingga bisa menolong siapa aja yang memerlukan bantuan. Ataukah matanya bisa berubah menjadi filter secara otomatis jika melihat hal-hal yang sewajarnya tidak perlu dilihat. Atau kah kupingnya akan terus mengajak otak untuk mendengar ayat-ayat suci dilontarkan dari bibir seseorang. Tetapi kayaknya si setan itu bukannya menjauh tapi akan tetap bahkan mendekat, karena dianggap pengalaman spiritualnya sudah meningkat.

Berbagai pertanyaan menggelayut di kepalaku. Terus terang aku hanya pemeluk Islam yang biasa, yang gak bisa baca Alquran dengan fasih, gak hafal banyak doa, kadang sholat juga didobel-walau walau genap 5 kali dalam sehari, waktu romadhon juga banyak batalnya, karena kondisi tubuh yang ga sebanding dengan alam kesibukan Negara ini.

Ada juga yang ngomong,…kalau selama waktu menjalankan ibadah rukun Islam ke 5 ini lancar-lancar aja pertanda selama hidup kita di dumia ini sudah baik, Mangkanya gak perlu diingatkan Allah dengan berbagai macam ujian. Tapi kalau liat antara yang ONH plus dan ONH biasa, sangat beda fasilitasnya,…dan terang aja yang ONH plus ini sangat-sangat lancar, terutama tranportasi, sehingga bisa tepat waktu tuk berpindah dari mekkah ke Mina, balik lagi ke Mekkah dan ke Medinah, dan yang terakhir ke bandara terakhir keluarnya dari Negara arab ini. lama-lama aku tahu ini bukan juga ukuran ke-mabrur-an haji seseorang.

Terus apakah yang dinamakan Mabrur itu?  Ya,..adanya perubahan yang tertuang dalam perilaku keseharian. Yang biasanya sembahyangnya molor jadi lebih tepat. Yang biasanya suka ngomongin orang, jadi lebih bisa untuk mendiskusikan bukan tuk menjelekan tapi tuk menjadikan baik. Yang biasanya geger berselisih dengan pasangannya dan anaknya, jadi bisa lebih sabar dan menerima ikhlas. Yang biasanya teriak-teriak menjadi lebih kalem.

Bukan trus berbalik 180 derajat sehingga bisa membebani seseorang. Misalnya lontaran-lantaran seperti ini, “padahal dia udah kaji lhooo”,….banyak tuntutan-tuntutan semacam ini, yang kadang membuat hati menciut tanda tidak cukup (bagi calon haji) persiapan hatinya tuk melakukan ibadah haji ini.  Sebetulnya khan sama dengan ibadah yang lain. Sama seperti ibadah puasa, diri kita belajar tuk menjadi pribadi yang lebih bagus lagi, digembleng selama sebulan. Kalau ibadah haji ini, digembleng tuk mengikuti apa-apa yang sudah dilakukan oleh rosul dan nabi utusan Allah. Sehingga hati kita bergetar dan berniat menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya,. Aamiinn..

diposting 12 Nov 2012 21:30 Akaike

8 thoughts on “Haji mabrur…??

  1. Mochamad Soleh says:

    Iya Tut, ternyata ungkapan orang yang pertama tak pernah terlupakan itu benar ya Tut, klas 2B, aku ingin berteman sama kamu Tut, boleh yaa

  2. MS says:

    Aku temanmu Tut, dulu arek bentul pernah di SMP 12, skr di wisma tropodo kerja di Petrokimia Gresik, maaf ya Tut SMP 12 bagiku punya kenangan sendiri dan baru pertama kali sbg anak laki 2x meski aku malu dan takut mengutarakan

  3. MS says:

    Aku setuju dg kamu Tuti, lnsya Allah hati kita selalu ikhlas dan ingat Allah (org slawi & ketintang madya blg eling lan waspada) jadi segala aktivitas kita bernilai ibadah, selamat dunia akhirat, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s