Gallery

Terhanyut aliran denyut Thowaf Ka’bah

Cukup dengan satu target, yang ingin aku capai dalam perjalanan spiritual ku.

Aku pengen dalam setiap subuh, sedapat mungkin melakukan Thowaf sunah sembari bisa memandang kabah sejauh mata memandang dan sepuas-puasnya mata memandang dan sebanyak-banyaknya keluarkan air mata pada waktu memandang Ka’bah,…hehehe,..kok jadinya melow dan lebay gini yak..

Setelah melakukan beberapa kali Thowaf dengan tempat yang berbeda, aku merasa menemukan tempat favorit tuk melakukannya, yang sangat berbeda dengan suami. Kalau aku lebih suka melakukannya di tempat Thowaf yang ke 2 (ada di lantai 3 dari bangunan Masjidil Haram). Kalau Suami suka di pelataran Ka’bah, selain putarannya lebih cepat (ada 7 kali putaran mengelilingi Ka’bah berlawanan dengan jarum jam, dan pada waktu pakai Ihrom ada tuntunan khusus tuk laki-laki, yaitu, bahu kanannya terbuka), dan katanya bisa langsung menyatu dengan Ka’bah terutama pada saat menjalankan sholat sunnah setelah Thowaf.

Sedangkan teman yang lain suka di tempat Thowaf ke 3 (ada di lantai 5 bangunan Masjidil Haram), katanya gak perlu desak-desakan walau pun putarannya jauh, dan kalau matahari udah muncul, panasnya bukan main, karena tak beratap. Di tempat Thawaf yang ke 2 ini memang harus juga bersaing dengan Thawaf yang berkursi roda, karena kalau pas rame, jalur tuk orang berjalan juga dipenuhi kursi roda. Pada saat inilah kesabaran teruji. yang biasanya ga pernah kena kursi roda, jadi tersandung-sandung sampai berdarah-darah (saatnya tensoplast berperan). Terutama pada saat puncak Haji yang harus melakukan Thowaf If’adah setelah lempar Jumroh di Mina. Keadaannya rame, berdesak-desakan, semua orang dalam keadaan capek dan cuaca panas (saat inilah botol spray yang berisi ZamZam berperan penuh).

Kalau di pelataran Ka’bah aku merasa hanya bisa melihat sebagian sisi ka’bah saja, aku merasa tidak bisa menembus ka’bah secara totalitas. Karena itu aku lebih suka melihat dari ketinggian tempat Thowaf yang ke 2. Selain itu, juga bisa berhenti sebentar tuk melihat dan merenung dan berdoa sambil memandangi Ka’bah. Ya,..aku fungsikan Ka’bah ini sebagai mediatorku berkomunikasi dengan Yang Kuasa. Kalau di pelatarannya, jangan harap bisa merenung, karena akan ketendang gelombang manusia terutama di sudut Ka’bah yang ada hajar Aswadnya tempat start dan finish melakukan Thowaf (ditandai lampu warna hijau).

Untuk target itu aku harus bangun tiap hari jam 2 tengah malam, dan kalau bernasib bagus, dapat giliran kamar mandi yang pertama. Maklum, ada 2 kamar tidur, tapi kamar mandinya cuman satu. Aku dapat sekamar 7 orang, yang satu pindah ke kamar yang penghuninya lebih sedikit dan kamar tetangga  ada 4 orang, jadilah kami ber sepuluh saling berlomba. Jadilah area kamar mandi dan washtafel ini tak pernah sepi dari tegur sapa kami bersepuluh. Padahal diantara kami ada lhoo yang dengan sengaja membayar lebih dengan tujuan supaya sekamar hanya bertiga atau berdua saja, tetapi pada kenyataanya beda. Dan bagaimana itungannya dengan travel sekembalinya ke Jepang ini, aku ga ngikuti ceritanya.

Diantara waktu senggang yang tidak banyak ini, kami saling berdiskusi dengan teman sekamar atau tetangga kamar.
Dari diskusi-diskusi itu, aku jadi tahu, ternyata masing-masing dari kami mempunyai target, yang sudah mereka niati sejak sebelum berangkat.

Ada yang sedapat mungkin thowaf dua kali sehari di sela-sela sholat wajib berjamaah di Masjidil Haram selama jeda waktu menunggu waktu puncak haji, thn 2012 (dimulai tgl 24 Okt/ 8 Dzul sampai tgl 28 Okt/ 12 Dzul). Ada yang ingin Umroh berkali-kali.

Menyoal tentang Umroh… Setelah menjalani Umroh yang pertama dan yang terakhir bagi kami berdua (bersama suami, hanya melakukan Umroh sekali aja). Kami menjadi lebih paham, ternyata Umroh itu hanya 30% bagian dari Rukun dan Wajib Haji, yang jika lancar hanya memerlukan waktu 3 jam saja. Jadi jika udah berada di Mekkah, diperlukan keluar Mekkah tuk mengambil Miqot (batas tuk pakai baju ikhrom dan berniat umroh). Teman-teman yang ingin menjalankan Umroh lebih dari sekali, harus naik taksi rame-rame ke tempat batas Miqot. Trus langsung menuju Masjidil Haram tuk Thowaf dan Sa’I dengan niat Umroh.

Ada juga yang ingin bisa sholat Sunnah di Hijir Ismail (bagian sebelah Barat dari Ka’bah yang berbentuk seperti tapal kuda) dan mencium Hajar hajar Aswad. Ada cerita beredar,…ada bisnis lhoo,…agar bisa mencium Hajar Aswad ini, ternyata ada joki-joki-anya lhooo,…Dengan membayar 300~400 Real, seseorang bisa dituntun oleh beberapa joki tuk mencapai Hajar Aswad, dan tentu saja si  joki ini akan menyodoki jamaah lain. Padahal kalau pas waktunya, ada kok beberapa teman yang berhasil mencium Hajar Aswad ini tanpa bantuan joki.

Bagaimana tuntunan tentang Thawaf waktu Umroh atau pun Haji ini banyak ditulis di buku-buku. Waktu setibanya dan menunggu di Bandara Jeddah sebelum ke Mekkah pun dibagikan buku tuntunan Umroh-Haji dan bisa request sesuai dengan bahasa ibu para jamaah.

Jadi tidak perlu merasa resah dan gelisah. Ikuti dan pelajari, yang tidak terdapat di buku itu, tidak perlu dilakukan. Itu pendapat dan sepakat kami berdua. Mungkin karena kami sendiri waktu untuk mempelajarinya kurang, jadi kami tidak begitu paham pendapat ulama A, ulama B. Jadi merasa tidak perlu membuang energy yang berkaitan dengan perdebatan pendapat para ulama dan tidak perlu disibukan dengan “katanya lah,… sebaiknya lah,… begini lah,… begitu lah….”.
Yang penting tidak nyalahi dan sedapat mungkin ngikuti yang ada dibuku tuntunan, dan jika sudah merasa yakin, tidak perlu memikirkan perdebatan tersebut.

Diposting tgl 11Nov2012 22:30 Akaike.

2 thoughts on “Terhanyut aliran denyut Thowaf Ka’bah

  1. Anonymous says:

    yg tentang bisnis Joki itu benar2 adanya,ya mbak.aku jg pernah ditawari astaqfirullah…di dkt rmh Tuhan msh aja ada yg berniat tdk tulus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s