Gallery

Dompetku tak ber-Kewarga-Negara-an

Dompetku tak ber-Kewarga-Negara-an. Kenapa begitu? Di dompetku, pada satu waktu, ada mata uang Rupiah, Lira Turki, Real Arabia, Dollar AS, Yen Jepang, dan Euro. Begitu nyampe Mekkah, otakku udah mulai kacau dengan berbagai macam nilai mata uang. Makanya jangan ditanya dari Yen ke Dollar atau ke Lira atau ke Real, itu berapa,…pusing jawabnya. Karena banyaknya macam mata uang di dompet, otak ini jadi kacau balau,..10.000 Yen berapa Euro, berapa Real, berapa Lira, jadi gak dong sama sekali😦

Waktu transit di bandara Atturk Istambul, sempat terpikat gelang-gelang cantik dan kaos oblong, ternyata mereka lebih memiih uang Euro dan Dollar AS, padahal udah terlanjur tukar mata uang Lira (tapi menurut info teman yang lain, mau kok pake Lira itu,..mungkin beda toko).

Menurut pengamatan suami, lebih baik menukar Yen di Negara Jepang, nilainya tinggi, daripada harus nukerin di Turki atau di Mekkah, mungkin karena saat sekarang nilai Yen lagi tinggi. Awal-awal kedatangan di Mekkah, toko-toko atau lebih tepatnya warung-warung sekitar penginapan mau dikasih uang Rupiah, lama-kelamaan kok ga mau, padahal kita cukup banyak bawa rupiah sisa hari raya kemarin.

Trus waktu pulangnya di bandara Atturk Istambul, Visa On Arrival-nya juga harus pake dollar (25 Dollar AS/ person), anehnya, mereka ga mau dibayar pake Lira.

Bawa uang yang terbatas ya ketar-ketir juga, tapi apa daya, orang-orang seperti kami ini, lha wong perginya aja pake harga mahasiswa, asal bisa pergi sampai Tanah Suci ini aja sudah cukup beruntung, sudah Alhamdullillah banget..🙂

Dapatkan info, pengalaman berharga, pada waktu di Mekkah, ada dua teman yang mengambil uang memakai kartu ATM Bank Jepang, tertulis di struk sudah terdebet, tapi uangnya gak keluar,…nahhh lhoo,…kalau udah begini gimana dong solusinya. Masalahnya waktu puncak Haji, kantor dan sekolah kan libur, dan kitanya yang ada di Mekkah ini khan terbatas waktunya, jadinya gak ada waktu lagi tuk ngurusnya.…Akhirnya ya dikhlaskan, belum jadi rejekinya, begitu pikirnya, daripada menjadi beban sampai sekembalinya ke Jepang.

Sesampainya balik ke Nagoya, beberapa teman ada yang menanyakan berapa sangu yang sebaiknya dibawa? Sebagai gambaran kami ber dua akan merincikannya. Tapi ini ga bisa dijadikan patokan lhooo,..karena kami termasuk orang yang tidak banyak belanjanya. Belanjaan itu kebanyakan titipan dan sekedar oleh-oleh tuk sensei dan teman-teman dekat saja. Dan yang harus diingat, karena kami tidak pesan makan via catering hotel, sangu itu banyak terpakai tuk makan sehari-hari di Mekkah dan Medinah ( Di Mina selama  4 malam 5 hari sudah disediakan katering dari pemerintah Arab Saudi)

Aku bawa uang 1.200 US Dollar, 25.000 Yen, 6.000.000 Rup. Mepet sih. Tapi alhamdulilliah cukup kok. Tetapi, untuk shinkasen dari Narita kembali Nagoya (25.500) dan pengiriman koper (2X 1700) + kirim air zamzam (20 liter, 2400 yen) dari Narita ke Nagoya, sekitar 5.900 yen, dibayar pake kartu credit.

ditulis dan diposting tgl 11Nov2012 Akaike

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s