Gallery

“diam”ku dari jendela dapur-ku

Kembali merenung dari balik jendela dapur. Masih juga sunyi,…Padahal para samurai-samurai itu tidak berhenti beraktivitas lhooo. Cuman terdengar suara mesin tanpa terdengar suara operatornya. Yah,..mereka bekerja dalam diam.

Kembali merenung dari balik jendela dapur. Masih terjangkau mata, dua biji apartemen mewah dan buuesar. Ada puluhan KK diam di dalamnya. Masih juga sunyi,…Padahal mesin cuci mereka masih juga menggilas baju-baju kotor beraroma keringat musim panas. Yah,…mereka mencuci dalam diam.

Kembali merenung dari balik jendela dapur. Masih juga sunyi,…Padahal beberapa gelintir orang masih juga mondar-mandir kayak setrikaan. Terlihat ibu muda mendorong kereta bayi. Terlihat ibu paruh baya memegang tali si guk-guk. Terlihat ibu tua menggeret tas ber-roda. Yah…mereka bercengkerama dalam diam.

Kembali merenung dari balik jendela dapur. Aaacchhh….balik lagi dalam balutan kesunyian tempat kelahiran si Doraemon ini. Aaacchhh….beberapa jam lalu,…Aku merasa kehilangan udaramu yang berpolusi tajam. Aku kehilangan deru motormu yang semakin menyemut. Aku kehilangan hiru bingar celotehmu.

Tapi,…ternyata,..saat ini aku juga merasakan kehilangan “diam” yang ada di sini.“diam” itu menyadarkanku tuk segera menuntaskan banyak PR yang belum juga teruraikan.

Akaike- panas mendung-10:50

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s