Gallery

Dari musim ke musim (3) ~ Juli^Juli 2012

Pasir pantai yg cantik itu
bukan tuk digenggam
seiring waktu, dia akan lari dari celah jari2 tangan.

Pasir itu yg cantik itu
utk diraba dan dimasukan dlm memori
biarkan rasa rabaan pasir itu, mengendap dlm memori

Jika endapan rabaan pasir itu mejadikan hatimu tergelitik…
Pertanda semangat tuk segenggam asa masih terus ada…

 

 

 

reNANG tanpa sirip
terBANG tanpa sayap
ikuti nada gelomBANG
teNANG,… mengamBANG…
imBANGi dalam batas amBANG
demi seonggok daging dan selembar sukma

 

 

…aku belajar diam dari siluet yang terbentuk dari hitam dan putih-nya sebuah kehidupan…

 

…kita semakin terpencil bukan karena kehabisan ruang
tapi, karena terlampau bertanya tentang hidup ini…
(“NyanyianSore”-AcepZamZamNoor)

 

 

Jika kau tak mampu pahami secara langsung, berjalanlah memutar.
Yakini, akan temukan point2 tertentu yg bs jadi pencerah tuk pahami itu, sekalipun harus berjalan memutar. *diskusi.dengan.anak.yang.sedang.galau.hadapi.UAS

 

 

 

Kewajiban terasa beban
Keiklasan datang menari
Si Ego tak unjuk gigi
Jadikan Enteng. Jadikan Ringan

Keiklasan berganti rupa
Kewajiban datang menyeret
Si Untung-rugi angkat bicara
Jadikan Abot. jadikan Bera

 

 

 

tatap nanar
hati terbakar
(hanya ada satu kata) LONCAT…!!!
hindari hati tersumbat

 

 

 

lirak lirilk irama mengalun
menarik hati tertenun
satu titik tertegun

 

 

 

Cara mereka meredam konflik,
berteriak dalam diam…
lantang dalam kebisuan…
sembunyi dalam keheningan..

 

 

 

Terima kasih tuk bayanganku yg setia…
…tuk jadi saksi bisu
…tuk jadi penasehat pasif
…tuk jadi tempat curahan hati
…tuk jadi tempat sembunyi yg aman
Tuk selalu mengingatkan sang KUASA…

 

 

 

Semua peristiwa pahit
Semua yg bisa bikin ati sakit
Semua yg bisa bikin perut terlilit
Semua yg bisa jadikan lidah tergigit

Kelola semua itu, tuk ciptakan KEBAHAGIAN yg membukit

 

 

 

diperlukan PECUT tuk KEJUTkan diri,…
tak kan boleh terHANYUT,
dan KATUT MAWUT, dan CARUT MARUT
temukan TAUTan hati dan pikir….

 

 

 

DI BALIK AWAN:
Melukis…
Menari dan Bercanda…
dan Merenung…
tuk kembali
Melukis, Menari, Bercanda, dan Merenung
tuk kembali… dan kembali lagi…..

 

 

 

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
(Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono)
*perenungan.abis2an,jelang.empatenam

 

 

 

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
(Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono)
*minusduajelangemapatenam

 

 

 

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
(Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono)
*minus.tiga.jelang.empat.enam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s