Gallery

Menjaga hati ‘customer’.

Kali ini kepergianku ke sebuah klinik kandungan yang terkenal di Nagoya, adalah untuk yang kesekian kalinya disambati seorang teman tuk menemani mereka, karena merasa tidak pede akan bahasa Jepangnya. Padahal aku sendiri juga belum tentu paham dengan sesuatu bidang tersebut. Tapi, bagiku saat-saat seperti inilah, aku belajar “Jepang” dengan segala keunikannya.

Klinik itu sangat ‘kecil’ kayak ada di sebuah komplek per-ruko-an, kalau dibandingkan dengan namanya yang ‘besar’. Aku gak ngerti nama besar ini bisa gak ya disahkan dengan adanya waktu mulai dari antri pendaftaran sampai bisa konsul dengan dokternya itu makan waktu 3 bulan!!!  Dan memakai sistem online, termasuk segala sesuatunya sebelum bertemu dengan dokternya, semuanya harus berhadapan dengan piranti PC.

Pas tiba waktunya hari untuk konsul, ada keterkejutan-keterkejutan lain yang masih juga berlangsung, Begitu masuk ruang tunggu, hanya ada beberapa gelintir pasien. Dalam suasana tenang nyaris suara, para pasien itu ada yang sedang membaca dan melihat acara TV tanpa bunyi. Setelah serahkan kartu asuransi dan rujukan dokter, disodori kertas berisikan pertanyaan yang mirip dengan psiko tes.

Aahh… jadi mikir, ternyata semua yang berhubungan ama penyakit ternyata sangat erat hubungannya dengan kejiwaan, termasuk juga urusan mau bikin anak. Dalam bahasa Jepang kosa-kata yang dipakai adalah betu-betul ungkapan membuat anak 子どもを作る (kodo wo tsukuru),  Beda dengan bahasa Indonesia, ungkapan ‘bikin anak’ hanya dipakai untuk guyon-guyon aja. Hehehe aneh,…emangnya bikin anak ama bikin donat itu sama, kapan aja ada hati, ada niat, trus bisa jadi langsung dinikmati …

Ditengah-tengah berdiskusi mengisi kuesiner yang pertanyaannya hampir mirip satu dengan yang lain, seorang perawat datang, duduk jongkok mendekati. Pelan-pelan dia bicara, bahwa sebetulnya sangatlah TIDAK ETIS jika datang dengan membawa anak. Bukan alasan untuk kesehatan si anak, atau celotehan si anak bisa jadi berisik, tapi untuk menjaga hati pasien yang lain, bisa dianggap ほかの人迷惑をかける (hoka no hito wo meiwaku suru) mengganggu perasaan orang lain. Lhooo….jadi sempat bingung… ternyata mereka sampe sebegitunya menjaga hati para pasiennya. Alasan utamanya, karena klinik ini adalah klinik kandungan khusus dengan kasus janin tidak berkembang.

Ada ketidak setujuan dengan hal itu, bukankah dengan disuguhi adegan seorang seorang ibu yang miliki kasus yang sama dengan dirinya (mengalami keguguran berulang kali), adegan tersebut bisa tunjukan bahwa ini ada hubungannya dengan kuasa Yang Maha Kuasa. Dan bukankah menjadi semakin bersyukur, sebagai diri yang masih punya iman dengan apa pun keputusan yang Kuasa. Tapi mereka juga lupa, bahwa orang yang ditegor itupun juga adalah salah satu pasiennya, yang perlu juga dijaga hatinya. Ternyata mereka punya kebijakan yang cukup bagus kok, si anak ini diantar ke sebuah ruangan kecil yang terpisah dari lobby itu. Kasihan juga, tapi masih lebih bagus kok, daripada di suruh main ke taman sesuai dengan anjurannya yang pertama.

Sampai rumah, aku masih terbawa rasa penasaran. Atas dasar apa ya mereka menganggap ketidak-etisan itu. Apa alasan trik dagang/ usaha, karena pakemnya klinik kandungan yang nangani keguguran berulang kali? Apa alasan menjaga hati pasien, dengan hati yang merana pengen cepet punya anak bisa menjadi penyebab gugurnya janin? Atau apa karena faktor keseragaman, bahwa semua perempuan berhak hamil dan berhak punya anak, jadi tuntutan hati mereka patut diperhatikan?

Yang jelas alasan percaya adanya Tuhan Yang Kuasa, tidak nyambung dengan ketidak-etisan itu, karena mereka tak miliki rasa percaya itu.

Atau karena alasan yang lagi ya,…aahhh jadi penuh nih kepala ini…><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s