Gallery

Nyawa manusia senilai dengan peradaban

Berangkat kampus hari ini niatnya, duduk manis sepanjang perjalanan sambil ngedit bahan yang sore nanti akan dikonsultasikan ke dosen pembimbing.

Tapi sejak bokong ini nancap di kursi, mata ini terbawa jendela bis yang gede tuk menikmati pemandangan kesibukan pagi orang-orang Jepang setelah topan nomer 4 kemarin berlalu.

Hujan masih rintik-rintik turun, anak-anak SD bergerombol saling jemput teman tetangga kiri kanan dekat rumah tinggal mereka. Area kelompok ini pihak sekolah dan ortu yang menentukan. Yang kelas 6 jadi leader adik-adik kelasnya. Mereka berjalan bergerombol dari berbagai arah menuju lokasi sekolah. Tidak berseragam, bertopi kuning dengan bawaan yang segedabruk, ini menyita perhatianku

Kalau dipikir dalam hal ini enak banget lhoo,…jadi ortu di sini. Gak perlu susah payah mengantar ke sekolah, karena adanya sistem kelompok saling jemput ini sudah cukup menjamin keamanan anak-anak mereka. Tiap hari ada beberapa ibu-ibu muda bergiliran piket menyeberangkan di setiap perempatan. Terkadang bergabung juga pak polisi dan kamtib pemda. Tak ketinggalan, beberapa pensiunan kakek nenek volunteer yang peduli keselamatan lalu lintas juga ada. Meraka bergabung, lengkap dengan atribut helm dan jaket rompi warna hijau terang.

Yang SD, sejauh apa pun harus jalan kaki (pada bebebera daerah kota besar, naik bis atau kereta). Yang SMP-SMA baru boleh naik sepeda, dan yang sudah mahasiswa baru boleh naik sepeda motor 50 cc. Motor ini ga bisa lari cepet, juga gak bisa dipake berboncengan, wis pokoknya,…gak praktis blas,…

Sampai di sebuah halte universitas swasta yang lokalnya paling gede di daerah ini, tidak banyak telihat mahasiswa wira wiri seperti biasanya. Rupanya efek topan yang kemarin. Pihak universitas memutuskan untuk meliburkan mahasiswanya. Tanggal 19 kemarin memang semua sekolah dan kantor memutuskan untuk memulangkan lebih cepat. Mereka menyebarkan informasinya cepat banget, pakai mail berantai. Mail pertama terkirim sekitar jam 7, sebelum jam keluar rumah. Kalau menjelang jam makan siang masih keadaan darurat, akan ada mail berikutnya, yang berarti perkuliahan hari itu tidak ada dengan alasan keselamatan.

AAhhh,..jadi ingat waktu kecilku dulu, kalau pulang lebih cepat, begitu nyampe rumah, “lhoo kok cepet pulangnya?” tanya ibuku,…”iya,.asssyiik banget. Gurunya rapat”,…hehehe begitu bahagianya🙂.

Perjalananku pagi ini, tidak lebih dari 30 menit. Tapi menjadikan aku merenung banyak, dan belajar banyak,…..

Hanya ada seorang bapak polisi yang berdiri diperempatan jalan, yang tugasnya cuman menyeberangkan anak-anak sekolah, tanpa memfungsikan peluitnya tanda akan ada yang tertilang.

Hanya ada sepeda motor yang memang berfungsi sebagai pengantar badan ini ke tempat tujuan beraktivitas, bukan pengantar nyawa ke rumah sakit atau kuburan.

Hanya ada para ortu yang cuman piket berdiri diperempatan jalan menunggu lampu merah untuk membantu menyeberangkan anakanak sekolah, gak perlu bersusah payah sampai kejebak kemacetan.

Hanya ada kegembiraan karena pulang cepat, disertai rasa kekawatiran karena si topan, bukan pulang cepet karena guru rapat.

Sebetulnya dari itu semua yang paling menyita perhatianku adalah, di sepanjang perjalanan, terlihat 3~5 orang berjejer pegang umbul-umbul yang bertuliskan シートベルト ‘safe belt’ atau 安全運転 ‘aman berkendara’, dan dipundak mereka terselempang kain bertuliskan ‘kami pengendara yang beradap, untuk itu ayo tertib berlalu lintas’. Ini yang kadang membuat aku heran. Karena mereka hanya berdiri dan pegang umbul-umbul aja selama beberapa jam pada jam-jam sibuk. Padahal tenaga manusia di sini mahalnya gak ketulungan, kenapa mereka mau-maunya berdiri dan kenapa kebiasaan ini masih berlaku sampai sekarang.

Tersadar setelah turun dari bis,…ternyata mereka sangat menyadari, nyawa itu barang termahal yang dimiliki seorang manusia.

gururin basu, 19062012

2 thoughts on “Nyawa manusia senilai dengan peradaban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s