Gallery

Begitu susahkah mereka (baca: orang Jepang) menjalin pertemanan?

ゲームセンターGame center sebagai alternatif tempat untuk cari teman dikalangan lansia Jepang.

Hari ini pagiku tersambut dengan sebuah acara TV yang sempat membuatku tertegun-tegun. Semalem ada sayonara party untuk kunjungan teman-teman dari UNY Yoyakarta dan Unesa Surabaya yang berkunjung ke Aichi Univ of Edu tempat aku nimba ilmu beberapa waktu silam. Dalam seminggu mereka menjadi akrab layaknya saudara, dan tentu saja yang namanya saudara kan ya bertengkar itu wajar, dan jelasnya akan baikan lagi.

Bagaimana umumnya orang-orang Jepang ini menjalin keakraban?…ooh inilah yang sekarang aku pengen tahu banget. Salah satu sifat baik mereka adalah loyal. Mereka punya sifat yang setia banget. Jika satu teman dipegangnya, tak akan dilepasnya teman itu. Sehingga jika teman itu berteman dengan orang lain, terkadang merasa terkhianati. Dan memang tidak semuanya sih,…Oleh sebab itu jika kita temukan teman Jepang yang bersifat kayak umumnya orang Indonesia,..beruntunglah kita…

Karakteristik pertemanan mereka, bersifat 一対一ichi tai ichi, satu lawan satu. Apa itu? Ya…mereka tidak biasa berteman akrab dalam kelompok besar. Kalaupun mereka bisa terlihat akrab pada saat beraktifitas dalam suatu kegiatan tertentu, itu karena meraka merasa ada di lingkaran tanggung jawab yang sedang dipikulnya. Karena itu  mereka harus keluarkan tanggung jawabnya semaksimal mungkin, dan keprofesionalitasan-nya akan teruji di sini.

Itu yang aku rasakan, dalam beberapa waktu yang cukup panjang saat berinteraksi melebur dalam keseharian mereka. Jadi kalau lingkaran dalam situasi kerja atau tanggung jawab udah kelar, mereka akan balik seperti biasa lagi. Menjaga jarak, dengan harapan supaya pertemanan bisa langgeng. Dan kalau sudahseperti itu, kekakuan akan balik lagi.

Begitu susahkah mereka mencari teman?? Begitu susahkan mereka berkomunikasi dan berinterkasi?? Sehingga tempat yang bagi kita adalah tidak pantas untuk orang yang seusia bapak-ibu kita bermain game, mereka ada di situ. Alasan utamanya adalah, hanya untuk bersenang-senang. Dan tujuan yang lainnya yang tak kalah pentingnya lagi adalah untuk jalin komunikasi mencari teman.

Ada banyak penyebab kenapa fenomena ini terlihat jelas. Sebagian besar pengunjung lansia game center ini berusia lebih dari 60 thn. Saat usia pensiun, setelah sekitar 30 tahun membanting tulang untuk bekerja dan merawat anak. Saat usia memiliki anak-anak yang sudah mandiri, sehingga sudah betul-betul semakin tersita waktunya untuk ngurus keluarganya sendiri-sendiri. Dan waktu untuk bersilaturrahmi dengan orang tuanya semakin sedikt. Saat usia dimana jika ingin mencari kesenangan yang murah meriah, tidak perlu tenaga dan dana yang besar. Sambil pulang belanja atau sambil jalan-jalan dengan si gukguk bisa mampir ke tempat-tempat パチンコpachinko atau game center yang memang tempatnya saling bersebelahan.

Aahh,… balik lagi lamunan buyar ketika lihat jam,…Yah, teman-teman siap terbang balik ke tanah air Indonesia tercinta. Semoga mereka tetap bisa pertahankan pertemanan itu dari hati yang tulus, karena dalam konteks bersaudara pun, rasa tangung jawab tuk menjaga sesuatu yang sudah terjalin indah ini tetep ada. Dan harapannya, bisa menjadi jembatan di antara dua Negara yang lagi bermesraan ini,…

Nagoya, Langit cerah, Dingin minus 4.

5 thoughts on “Begitu susahkah mereka (baca: orang Jepang) menjalin pertemanan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s