Gallery

Sepeda Tanpa Slebor

Sebuah identitas berupa stiker kecil yang tertempel di slebor pada sebuah sepeda di negara ini, sangat penting artinya. Dari sebuah identitas tersebut, aku pahami negara ini,…Seberapa pentingkah arti sebuah stiker yang tertempel pada slebor sebuah sepeda???

Ternyata selain untuk mencegah pencurian, fungsi yang tak kalah pentingnya adalah untuk lebih cepat bisa kabari si pengendara pada keluarganya jika terjadi kecelakaan. Di Jepang, sepeda merupakan kecelakaan terbesar, terutama pada musim dingin. Karena, saat anak-anak pulang sekolah, hari sudah menjelang maghrib. Oleh sebab itu peraturan pada pemakaian sepeda ini sangat ketat. Sekolah juga mengadakan inspeksi khusus tuk kelayakan sepeda pada setiap awal ajaran tahun baru.

Jarak antara sekolah anak dengan apartemen, pulang pergi sekitar 18 km. Dengan medan jalan yang naik turun dan lagi sipengendara, orang yang lagi semego-semegonya (usia doyan makan, 16~18 tahun),…si slebor itu patahlah begitu aja… dibagian yang ada stiker identitasnya tersebut.

Karena kesibukan kami masing-masing, tertunda-tunda membenahinya. Niatnya mau di sambung aja, eehh…gak bisa. Mau beli,..ya ampyunn harganya mahal banget, hampir separuhnya dari harga sepeda yang biasa. Kebetulan sepeda yang dipakai adalah lungsuran dari anak pertama keluarga Jepang yang sekarang sudah kuliah di Osaka. Sepeda itu hadiah masuk SMP dari kakek neneknya, dan kebetulan orang kaya, Jadi sepedanya bagus dan kuat banget.

Masuk minggu kedua, kita putuskan tuk cari di toko sepeda bekas,…eehhh sama aja,…harus beli sepedanya sekalian, gak bisa beli slebornya aja. Disinilah aku rasakan tidak praktisnya hidup di Negaranya si Doraemon ini. Pada saat perjalanan ke toko bekas ini sempat aku perhatikan sepeda-sepeda yang tergeletak begitu aja di parkiran halte bis. Yang mengagetkan ternyata semua sepeda itu tak bersadel!! Selama ini kita kurang perhatikan hal itu. Ternyata hal itu tuk mencegah tindakan pencurian, dan sepeda itu sudah siap dievakuasi ke suatu tempat oleh pemda. Kemana??  Bisa jadi di tempat pembuangan atau juga dibawa ke negara ke 3 atau bagaimana, aku kurang tahu. Kalau sampai dipenyet kayak mobil yang udah gak bertuan,.. ooo,….alangkah mubazirnya.

Sampai masuk minggu ke tiga, sekitar 16.30, kebetulan aku udah balik dari kampus. Ada telpon dari anak, “Bu, aku kepegang ama patroli polisi, ga ada slebornya.” Thuuuenngg,… rasanya kepala ini. “Ini polisi-nya mau ngomong ama ibu.” Ditanya sepeda itu dari mana, nomer telpon sipemilik asli, dlsb. Aku udah siap-siap tuk pergi ke koban (pos polisi), jika sewaktu2 diperlukan tuk interogasi, eeehhh,..ada telpon masuk, bahwa sepeda itu bener adanya bukan hasil pencurian. Guubraakk,….Begitu cepatnya sebuah info dinegara ini, karena sistemnya yang OK banget.

Akhirnya, ama pak polisinya, si anak hanya dinasehati tuk berhati-hati dan si ortu di anjurkan tuk secepatnya beresi si slebor. Tak lupa minta maaf, si pak polisi itu mengakhiri telponnya……

Miyoshi, musim gugur 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s