Gallery

Hara「腹」, arti `perut` bagi orang Jepang

Dalam hubungan antar manusia dan psikologi masyarakat tradisional Jepang, urusan  Hara「腹」ini menjadi hal yang penting. Mengapa demikian? (Jack Seward, 1995: 18)  dalam bukunya “Hara-kiri: Japanese Ritual Suicide” menerangkan, bahwa hal tersebut terkait dengan istilah Hara「腹」, yang memilkik arti kesamaan dengan kata Hari 「張り」 yang berarti tegangan.

Seward melukiskan, orang Jepang berpandangan bahwa pusat tegangan spirit jiwa berada di dalam perut, bersama dengan nyawa. Perut adalah tempat nyawa bersimpuh, makin vital tindakannya, makin besar tegangannya. Perut dianggap sebagai pusat dan sasaran untuk melakukan dan menyatakan kehendak, pemikiran, kemurahan hati, keberanian, semangat, kemarahan, permusuhan, dendam dll.

Dalam kehidupan sehari-hari pun banyak peribahasa, pepatah atau idiom-idiom Bahasa Jepang yang menggunakan kata Hara「腹」: perut. Misalnya,

1. Hara ga tatsu 「腹が立つ」’perutnya berdiri’, artinya: marah.

2. Hara ga futoi 「腹が太い」’perutnya besar’, artinya: murah hati.

3. Hara wo saguru 「腹を探る」`mencari atau mengkira-kira ukuran perut`, maksudnya, jika seseorang berusaha untuk mengetahui rencana, keinginan, atau pikiran orang lain tanpa komunikasi verbal secara langsung, dikatakan bahwa orang itu telah membaca atau mengukur hara/ perut orang lain.

4. Hara wo waru「腹を割る」`membuka perut/ membelah perut`, maksudnya, jika seseorang berbicara secara terbuka kepada orang lain, berarti ia telah membuka hara/ perutnya sendiri. Ungkapan Hara wo watte, hanashimashou 「腹を割って話しましょう」secara harfiah, ungkapan ini berarti ‘mari kita buka perut kita masing-masing dan mari saling terbuka’. Sering juga dikatakan bahwa, Hara orang yang jahat berwarna hitam.

Dari semuanya itu, yang paling penting adalah apa disebut haragei 「腹芸」yang berarti ‘seni perut’. yakni, seni dalam memahami perasaan orang lain dalam masalah tertentu. Hal ini diharapkan menjadi cara untuk mencapai saling pengertian, walau tanpa komunikasi verbal sekalipun. Orang Jepang memaknai haragei sebagai bentuk tertinggi dari komunikasi interpersonal. Seseorang yang sedang bermasalah atau tidak ingin melawan seseorang, akan menurun sugestinya. Semakin besar perasaan itu, makin menurun sugestinya.

Jelaslah kiranya mengapa sering keluar keluhan dari orang-orang asing yang mengadakan perundingan dengan orang-orang Jepang. Sangat diperlukan kesabaran dan ketelatenan dalam memahami orang Jepang. Orang asing tampaknya harus memahami “seni perut” itu sebelum berunding dengan orang Jepang karena di perut inilah tempat yang paling berharga bagi orang Jepang. Tempat yang harus dikeluarkan isinya jika seseorang merasa bersalah atau ingin menunjukkan kehormatan dan harga dirinya. Oleh sebab itu hara kiri 「腹切り」, `memotong perut` pada jaman dulu, cara ini kerap dipakai para samurai untuk bunuh diri pada jaman dulu, jika yang bersangkutan menganggap harga dirinya hilang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s