Gallery

Hubungan Vertikal dalam Konsep Sosial Masyarakat Jepang (タテ社会概念)

Tate shakai タテ(たて)社会(しゃかい) (Hubungan Vertikal) dalam KONSEP SOSIAL 社会概念dalam tatanan sosial masyarakat Jepang.

Tateshakai adalah kata yang diambil dari sebuah buku best seller yang berjudul Tate shakai ningen kankei「タテ(たて)社会人間関係(しゃかいにんげんかんけい)」karya seorang mahasiswa ilmu antropologi Nakane Chie, yang diterbitkan tahun 1967, kata tersebut merupakan objek penulisan yang membahas tentang kekhususan hubungan antar manusia (masyarakat) Jepang. Nakane berpendapat, bahwa susunan dasar dari masyarakat Jepang dalam setiap kelompok dibagi dalam bagian yang disebut ba「場(ば)」atau ruang, dan dalam suatu “kelompok dalam” (internal) dari setiap kelompok menandai bagian yang paling diutamakan yaitu hubungan vertikal itu sendiri.

Contoh dari Tateshakai antara lain seperti, 上下関係atasan dan bawahan, 先輩-後輩関係senpai-kouhai (senior-yunior), orang tua dan anak. Bahkan hubungan antar suami dan istri sering dianggap sebagai hubungan vertikal dari pada hubungan horisontal. Termasuk juga hubungan antar perusahaan induk dan anak perusahaannya. Istilah Oyabun「親分(おやぶん)」(orang tua) dan Kobun「子分(こぶん)」(anak). Pada jaman pemerintahan jaman Edo. Pada jaman itu kedudukan masyarakat dibedakan menjadi empat bagian yang sesuai dengan pekerjaannya, yaitu Bushi 武士 (golongan tentara), Nōmin 農民 (golongan petani), Shōkuin職員 (golongan pegawai buruh), dan Shōnin商人 (golongan pedagang).

Keiretsu「系列(けいれつ)」(urutan) satu dengan yang lain saling berkesinambungan. Maka dari itu, setiap orang dalam kelompok merupakan organ bagian penting dalam hubungan vertikal itu sendiri. Setiap anggota dalam suatu kelompok berfungsi sebagai pengikat antara kelompok satu dengan kelompok lainnya, dan sebagai formasi dari seluruh kedudukan dari hubungan vertikal tersebut. Seperti halnya perbedaan kasta, pangkat dan sebagainya dalam negara kita, hubungan vertikal ini juga memiliki kekhasan dalam susunan masyarakat Jepang. Ciri khas tersebut ditandai dengan adanya ba「場(ば)」(ruang) dan “atribut”, yang kadang diperoleh sebagai karena faktor keberuntungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s