Gallery

Abstraksi: 「インドネシア人の日本語学習者における日本文化論」

Sebuah abstraksi berbahasa Inggris dan Indonesia tentang penelitian yang berjudul:

「インドネシア人の日本語学習者における日本文化論」

Japanese Culture theory of Japanese language learners Indonesian People

Pemahaman Budaya Jepang bagi pemelajar Basasa Jepang Orang Indonesia

PARASTUTI 「パラストゥティ」 – 国際文化研究科日本文化専攻

Jepang dalam era globalisasi saat ini, dihadapan suatu fenomena masalah sosial masyarakatnya. Banyak warga asing masuk, diantaranya sebagai pekerja dalam bisang keperawatan, Masalah yang terbesar yang dihadapi para warga asing adalah pemahaman budaya Jepang.

Seorang antropolog besar Chie Nakane, mengungkapan teori bahwa dalam tatanan masyarakat sosial Jepang mmemiliki konsep `Garis Vertikal` atau Tate-shakai yang dikolaborasikan dengan konsep Uchi, Soto, Yoso, (konsep Out Group-In Group). Berdasarkan 2 teori tersebut, bagaimana pemelajar Bahasa Jepang Orang Indonesia memahamai ungkapan sumimasen dan bagaimana cara pikir orang Jepang saat meminta maaf, menjadi tujuan penelitian ini. Respondennya adalah pemelajar Bahasa Jepang orang Indonesia yang tinggal di Jepang.

Penulis mengambil beberapa contoh kalimat ungkapan“sumimasen” dalam buku pelajaran Minna No Nihongo 1, dan menganalisnya sebagai langkah awal. Selanjutnya, penulis menganalisa cara  minta maaf dalam budaya masyarakat sosial Jepang yang keluar dalam adegan filem drama TV “Nurse no Oshigoto”.

Hasil penelitian mengungkapan bahwa, pemakaian ungkapan kata sumimasen, bisa dipadankan dengan `maaf`, `tolong` dan `permisi` tergantung pada konteks kalimat. Dan cara minta maaf seorang atasan atas kesalahan yang telah diperbuat oleh bawahannya memakai konsep In Group dalam tatanan Tate Shakai, tergambar jelas dalam adegan filem tersebut. Pebedaan yang menyolok antara pola pikir orang Jepang dan Indonesia adalah, tidak melibatkan Tuhan saat meminta maaf.

Abstract

In this era of globalization, Japan is facing the phenomenon of social problems. Many foreigners come into the country, such as workers in the nursing field, in which the biggest problem faced by foreign people in Japan is the understanding of Japanese culture.

A great anthropologist Chie Nakane, reveals the theory that the social structure of Japanese society has concept of  Tate-Shakai that collaborates with the concept of Uchi, Soto, Yoso, (The concept of Out-In Group). Under the second theory, this study tries to describe the way how the Japanese language learners (Indonesian people) to understand the phrase “sumimasen” and the Japanese way of thinking when they ask for forgiveness. The respondents in this study are Indonesian Japanese language learners living in Japan.

The researcher takes some examples of the phrase “sumimasen” in Minna No Nihongo Text Book 1, and analyzes them as the first step. Furthermore, the author analyzes the way of the Japanese people to apologize that is found in the scenes of TV’s drama entitled “Nurse no Oshigoto”.

The results shows that, the usage of the expression “sumimasen” could be matched with `sorry`, `please` and `excuse me` depending on the context of the sentence. And the way a boss apologized for the mistakes to his subordinates using the concept of In Group in Tate Shakai, clearly illustrated in the scenes. The contrast between the Japanese and the Indonesian mindset is that the Japanese people do not involve God when apologizing to others.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s