Tanpa huruf “G”

Anganku, seperti awan yang tidak pernah ku ijinkan menggantung di awang-awang. Anganku, seperti awan yang terbawa aliran kala angin berhembus, bergerak, seakan sedang mengukir memori hidupku.

Pagi hari ini, kulihat awan berbias kemerahan seiring mentari mulai menampakkan keperkasaannya dari balik jendela besar apartemenku. Waktu masih menunjukkan pukul setengah empat, sepertinya cepat sekali hari terawali, saat musim panas tiba di negara tempat doraemon lahir. Awan itu seakan memberiku semangat untuk sambut hidup hari ini.

Siang hari ini, aku perhatikan awan dari ruang tempat istirahat makan siang disela-sela kuliah. Awan berarak berganti-ganti bentuk, kali ini bentukan-bentukan awan itu menyerupai binatang. Saat itu memoriku terputar kala pertama kali memperkenalkan gajah, kelinci, beruang kepada anakku. Hari ini, awan telah membawaku mundur 18 tahun yang lalu, memori saat berjalan-jalan di kebun binatang itu kembali terbayang. Saat itu, anakku mulai tertatih belajar jalan.

Sore hari ini, aku kembali menengadah, dari tempat duduk bis yang membawaku pulang dari kampus. Terlihat pemandangan terbingkai seperti lukisan sekelompok burung-burung kecil terbang melintasi awan seakan mengajak awan untuk segera bergegas keperaduannya. Aku Sempat juga terpikir bertanya kepada awan,

”Akan cukupkah istirahatmu hari ini?”

“Mengingat hari sudah hampir pukul setengah delapan!”

Hari ini berakhir begitu panjang, seakan tidak menyisakan kesempatan kepada sang rembulan untuk menunjukan sinar keteduhannya.

Hari ini, awan tanpa huruf G ini adalah sumber inspirasiku hari ini. Kali ini aku menulis antara awan dan awan-awang untuk menggambarkan segala aktivitasku. Semua imajinasiku tentang awan ini tidak perlu selalu di awang-awang. Sesekali, kuajak imajinasiku ini untuk membumi, mewujudkan ide, dan meluapkan perasaan pada dunia. Aku ingin menciptakan jejak langkah hidup dengan informasi yang terbentuk dari kumpulan huruf ini, menjadi deretan bait yang bisa mengukir kenangan untuk menjadikan hidup menjadi lebih bermakna dari hari yang telah berlalu.

“Selamat tidur awanku.”

Aku berbisik pada alam…..

*memoriku awal musim panas 15062011

by Paras Tuti on Saturday, July 16, 2011 at 10:30am

2 thoughts on “Tanpa huruf “G”

  1. bebadra says:

    saya kemarin sebelum badai lihat pelangi sensei…..kalo awan hitam dihiasi pelangi juga jadi indah….cuma imaji awannya agak beda….bukan mimpi…tapi takjub..hehehe(pertama kali liat pelangi di jepang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s